Showing posts with label curhatan. Show all posts

#1 tahun Kehilangan

Ini saya nulisnya malem - malem lagi baper nih. Jadi ceritanya saya sudah setahun menempati rumah baru kami. Keingetan bagaimana tahun lalu heboh ketika pindah rumah. Nyari rumah juga mendadak sih gak di planning.

Begitu pindah ke rumah yang baru, rasanya 'jetlek' gitu. Biasa hidup di kota yang kemana - kemana dekat baik soal rumah makanan maupun transportasi. Eh pas pindah ke sini jauh dari mana - mana. Belum lagi tahun lalu komplek perumahan saya tidak seramai seperti sekarang. Dulu masih banyak tukang yang lalu lalang. Walaupun sekarang masih tapi jika dibandingkan dengan tahun lalu ya masih banyak tahun lalu karena rumah masih ada yang dibangun. Kalau sekarang rata - rata sudah di huni.

Tahun lalu merupakan tahun yang tak terlupakan dalam hidup saya. Terserah bila orang menilai saya lebay or whatever. Masih terpatri jelas di ingatan saya kejadian satu tahun yang lalu. Tepat sebulan sejak kami memutuskan untuk pindah ke sini.

***
Malam itu, suami pulang larut. Pulang langsung mengerjakan pekerjaan kantor yang tertunda di lantai dua rumah kami. Sedangkan saya sudah tertidur lelap di kasur bersama hana - chan. Mungkin suami lelah dan hanya berniat istirahat sebentar kemudian dia turun dan ke kamar akan tetapi nyatanya kebablasan sampai subuh. Begitu subuh tiba suami langsung naik lagi ke lantai dua, niatnya ingin melanjutkan pekerjaannya akan tetapi waktu dini hari tadi rumah kami ternyata kemasukan maling dan masuk dengan cara mencongkel jendela belakang yang berada di lantai dua yang belum sempat kami teralis kala itu. 

Laptop kerja suami saya raib, laptop saya raib, dua buah tas ransel suami, HD portable, surat berharga berikut tiga handphone yang ada di salah satu ransel-pun ikutan raib. Televisi di ruang keluarga hampir di gondol juga alhamdullilahnya gak berhasil dibawa kabur waktu itu. 

SHOCK!
LEMES!!!

Kok bisaaaa???

Jejak - jejak kaki sangat jelas menepel di dinding dekat jendela yang dibobol pun begitu dengan jejak kaki si maling yang menempel di lantai. Keadaan waktu itu pas musim hujan. Tepat seperti sekarang. jejak kaki bercampur tanah merah. Jejak telapak tangan yang menempel di dinding. Sempat saya foto. Tapi fotonya sekarang entah ada di handphone saya yang mana. Belum lagi mengetahui ternyata rumah saya sudah ditandai dengan cat dibelakangnnya.

Kemudian saya mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, ketika saya sedang mengerjakan blog saya pada malam hari. Di luar rumah ada orang membawa motor yang memperhatikan rumah saya. But i didnt notice that. Beberapa hari seperti itu. Di sekitar jam 12 malam.

Di tambah sebelah rumah saya yang pada saat itu sedang dibangun dan banyak tukang. Mana tukangnya masih pada bocah. Cocok seperti jejak kaki yang memasukki rumah saya. Dan sampai saat ini pun kecurigaan saya jatuh pada tukang yang sedang bangun rumah di sebelah rumah saya. Aneh aja banyak kejadian janggal setelah rumah saya di bobol maling. Tukang sebelah yang mogok kerja, tiba - tiba saja banyak tukang yang main sepak bola dibelakang rumah padahal sebelumnya gak pernah sama sekali bahkan sampai sekarangpun engga, kecuali hari di mana rumah saya kemasukan maling. Dan saya yakin banget itu untuk nutupin jejak kaki maling yang ada di tanah belakang rumah. Ilmu cocokloginya cocok banget, menurut saya. Tapi gak ada bukti untuk menuduh mereka, kecuali dengan test sidik jari yang menempel di dinding rumah saya.

Ketika kejadian saya shock, sempat epilepsi saya kambuh total. Kejang, pingsan berulang sampai sore. Treak - treak pokoknya udah kaya orang stress. Bukan masalah barang yang hilang. Akan tetapi data yang ada di dalam barang tersebut. Dan yang paling bikin saya hampir gila adalah ngerasa udah gak aman dan gak nyaman tinggal dirumah sendiri. 

Suami lapor ke polisi. Dan apa coba?
Polisi Cibinong gak mau ke rumah yang ada suami di suruh ngelapor ke sana. Andai kata ketika suami saya melapor dan polisi langsung respon mungkin malingnya masih bisa ditemukan dan ditangkap. Kenyataannya kita di bikin ribet sama polisi. Bikin laporan kehilangan bukannya segera di tindak tapi UUD. Kalau mau trace maling harus bayar uang administrasi yang besarannya berbeda. Sewa pelacak ataupun trace sidik jari aja bayar lagi. 

HARGA YANG SANGAT MAHAL UNTUK KAMI YANG TERTIMPA MUSIBAH


Pak/Ibu Polisi yang terhormat, kami ini kehilangan? kok rasanya gak etis aja terhadap orang yang tertimpa musibah diberikan tambahan musibah lagi ya. Katanya sudah tugas polisi melayani masyarakatnya. Tapi kok dipersulit?? jujur kami kecewa.

Terlebih lagi sebenarnya mereka tahu pelakunya siapa. Karena ternyata bukan rumah saya saja yang sempat dimasuki maling. Di komplek saya dan komplek tetangga-pun pada bulan - bulan ini banyak yang kehilangan dan modus barang yang dicuri pun sama, yang gampang diambil dan tidak terlihat mencolok. Dan respon polisi apa? NOTHING.

NGENES!

Satu kata itu yang pas buat kondisi saya tahun lalu. Tau gak saya trauma akut? setiap malam tiba saya parno-an. Sampai hari ini di kamar saya selalu sedia "peralatan perang" salah satunya ada obat nyamuk semprot kalau - kalau ada maling tinggal siap sedia. Obat nyamuk semprot fungsinya untuk disemprotkan ke mata maling itu. Dan membayangkan akan menyiksa si maling bila ketangkep dan bagaimana sadisnya siksaan saya itu karena trauma yang mereka kasih ke saya. 

Tapi jangan sampai kejadian lagi ya. Asli masih trauma. Plis jangan sampai saya jadi gila beneran.

Dan parahnya lagi, keesokkan malam setelah malam dini hari rumah saya di bobol maling. Di malam kedua maling itu datang lagi dan berusaha untuk masuk. GILAK!

Untungnya suami tidur di kamar lantai dua, dan saya belum tidur. Ya, saya memang hobi begadang demi segenggam berlian *uhuk*. Plus saya punya feeling kalau itu maling bakalan penasaran. Bener dong feeling saya itu, untung aja kita siaga. Tetangga sini juga udah waspada. Begitu ketauan, ada adegan kejar - kejaran antara warga dengan maling. Sayang gak ketangkep, yang ketangkep cuma sendalnya aja. Dia meloloskan diri ke sungai. Geregettt!!!. Tadinya kalau ketangkep mau dihakimi oleh massa warga sini, karena kami udah kecewa sama bapak polisi itu.

Sebenarnya jauh - jauh hari sudah ada 'insting' yang menggingatkan saya. Entah kenapa kalau saya akan mengalami kejadian gak enak/buruk suka ada yang kasih tau melalui mimpi. Dan payahnya saya suka gak percaya. Saya ingat seminggu sebelum rumah saya di bobol maling. Setiap jam dua dini hari saya dibangunkan dengan mimpi yang seram. Seperti ada yang nginggetin untuk waspada di jam segitu. But i dont care kemudian tertidur. Padahal itu warning.

Begitu juga dengan hana - chan, bila dia ngerasa bakalan ada sesuatu yang gak enak pasti dia uring- uringan malemnya. Dan terbukti beberapa kali. Terbukti banget pas saya lagi di rumah yang dulu. Waktu itu saya sedang tidur siang kemudian saya bermimpi seram didatangi nenek - nenek berambut putih yang mengatakan "gas di mobil awas meledak" sure i remember karena cara menyampaikannya 'ajaib' sekali. Yang menyebabkan saya spontan langsung terbangun keringet dingin dari tidur dan teriak ke suami. 
"Pihh, gas belum kamu turunin ya di mobil?"
"Iya belom mih!" jawab suami saya 
correct!

Coba bayangkan bila gas di mobil belum diturunin dan keadaan saat itu sedang panas terik, mobil terututup semua. Wah... wassalam deh. Alhamdulillahnya kami masih dilindungi.

Balik lagi ke cerita si maling. 

Setelah dua malam yang melelahkan itu. Tim kepolisian cibinong responnya setengah - setengah. Duh.. kecewa bukan main. Sampai babinsa pun datang, dan saya laporan juga ke aa saya yang kebetulan bekerja di brimob kelapa dua depok. Kepala brimob di sana sempat datang kerumah saya dan menanyakan kronologisnya. Sayangnya aa saya lagi bertugas di luar Indonesia dan sebulan kemudian baru pulang. 

Kalau saja waktu itu aa saya ada ditempat mungkin tim kepolisian cibinong bisa respon cepat. Biasalah kalau sesama anggota polisi dipermudah tapi kalau sama masyarakat dipersulit.

Nasi udah jadi bubur, maling pun sampai sekarang gak ketangkep - tangkep. Dan mereka masih beraksi di sekitaran komplek dan komplek tetangga. Belom lama ini sepedah tetangga-pun di gondol. Rumah saya sempat beberapa kali ada yang mantau. Seperti pura - pura memotong rumput dibelakang rumah. Untung saja di rumah saya sekarang sudah ada CCTV dan jebakan - jebakan lainnya. 

Tapi ya itu dia, namanya maling suka nekat, ya sempat beberapa kali ingin mencoba masuk lagi. Walaupun rumah saya sudah dikerangkeng bak penjara. Karena masih berbatasan dengan kampung yang tingkat kesenjangan sosialnya sangat tinggi. Maka masih tidak menutup kemungkinan maling itu akan beraksi di bulan - bulan maling seperti sekarang.

Pelajaran yang bisa kalian tangkap dari curhatan panjang lebar gak jelas ini adalah
  1. Selalu waspada, apalagi memasuki bulan maling seperti sekarang. Jangan mengundang maling untuk masuk kerumah kalian. Seperti membiarkan pintu yang terbuka lebar atau rumah yang tak terkunci.
  2. Tingkatkan keamanan, seperti memasang CCTV, alat rekam yang lain sampai alarm.
  3. Bila ingin tidur malam/siang/sore harap periksa kembali rumah kalian apakah sudah dikunci dengan baik atau tidak.
  4. Hati - hati tingkat tinggi bila ada rumah yang sedang dibangun dekat rumah kalian. Biasanya tukang suka ngawasin kondisi rumah dan kadang suka memberikan info ke maling bahkan bisa jadi malingnya tukang itu sendiri. Dan ingat mereka beraksi tidak sendirian. ADA KOMPLOTAN.
  5. Selalu menyimpan alat bela diri, takut - takut maling masuk. Setidaknya kita masih bisa melawan. Misalnya tongkat bambu panjang/alat kejut listrik (Stun gun).
  6. Untuk emak - emak ada baiknya bila sedang tidak ada suami, kunci semua pintu. Dan kunci kamar juga. Bila tidak bisa membela diri. Siapkan nomor telepon yang dapat di hubungi.
  7. Banyakin sedekah/wakaf/infaq karena harta titipan yang maha kuasa. Ketika kami kemalingan kami lupa. Kami absen tiga bulan tidak mengeluarkan harta kami di jalan Allah S.W.T
  8. Rejeki udah ada yang ngatur, barang yang ilang pasti bakalan diganti dengan yang lebih baik. Dan bener, selang sebulan dua bulan laptop suami dan saya tergantikan. Kami tidak membeli tapi di kasih gratis dan lebih bagus.
  9. Mulutmu harimau-mu. Hati - hati terhadap ucapan. Please forgive me my dear. Dulu sangking betenya sama suami karena ber-laptop dan berhape-an ria terus saya sempat keceplosan ngomong. Kalau laptopnya nanti bakalan hilang. Dan bener kan kejadian. Pun begitu ketika saya cuekin suami karena saya terlalu serius di depan lepi. Alhasil laptop kami berdua hilang. 
Semoga curhatan panjang kali lebar kali tinggi ini berguna buat kalian ya. Selalu waspada terhadap sekitar. Curiga terhadap orang - orang yang bertindak aneh di sekitar kita. Bulan - bulan maling adalah bulan dari Agustus - Desember. Bila ada gosip tentang hal - hal yang berbau mistis seperti ada yang melihat keranda bahkan si tante kunti. Dont belive it. Karena itu ulah maling yang akan beraksi di saat warga tidak mau keluar malam karena takut.

Notice: Ketika Sehat itu Penting...

Hai blog walking. Bulan Desember ini saya belum posting apa - apa nih. Padahal review dan reportase menunggu di draft dan harus segera diselesaikan.

Seminggu kemarin, lebih sih kayanya mah... saya mendadak dangdut *upss* bukaaaann... mendadak meriang dan demam gitu deh. Kalau kata mama sih mungkin lagi merindukan kasih sayang. Wkwkwkw.. mama ada - ada aja deh. Mungkin efek suami yang keluar kota terus kali yaaaaa....

Yaahh, karena saya pikir ini demam dan meriang yang biasa aja, yauda deh saya juga biasa aja dan berkegiatan seperti biasa. Walaupun setelah minum obat penurun panas seger buger gak lama kemudian  panas lagi suhu badan saya.
Ya abis gimana atuh, nasib emak RT yang engga ada ART karena trauma akut. Jadi semuanya dikerjain sendiri kecuali yang nyetrika sih. Itu juga sempet awal - awal pindah rumah drama banget nyari kuli setrika di komplek yang baru.

Curhatan selingan - ketika...


Malam semua, udah beberapa hari ini saya gak updet blog nih. Sedih ngeliat rank alexa ku yg terjun bebas di angka 3.

Beberapa hari ini kebetulan Allah lagi sayang sama saya, ditengah padatnya jadwal saya. Saya malah di suruh istirahat. Hehehe...

Jadi deh bedrest dirumah. Yah, gak bedrest amat sih. Kerjaan rumah masih tetep dikerjakan tapi untuk onlen onlen lagi dikurangi sementara, walaupun kegiatan nge game teteupp. Abis gimana atuh salah satu penghasilan saya selain usaha catering ya dari gameonline.

Setengah Hati Nurani

Sedikit intermezzo ya sebelum saya nge posting tentang lanjutan Epilepsi dan saya. soalnya pembahasannya rada panjang. tapi insha allah gak bikin puyeng dan yang pasti bukan kopi kucing *copycat*. 

Beberapa hari yang lalu di komplek saya yang notabene isinya cuman 13 rumah, 3 diantaranya adalah Ibu RT seperti saya. hanya saja yang kadang suka ngedon dirumah ya saya. 2 lagi karena anaknya sekolah otomatis mereka lebih menghabiskan waktu diluar.

Jadi gini ceritanya, siang itu saya melihat ART rumah deket saya itu bawa anak majikannya nongkrong di pos satpam deket rumah saya. namanya juga rumah sistem cluster udah macam burung dalam sangkar aja. dipagerin depannya tuh.

Kejadiannya, saat itu saya gak sengaja keluar rumah buat beberes tempat sampah yang terkadang suka bikin gondok karena abang sampahnya gak ambil tempat waktu. duitnya aja getol. wekekek..
nah, pas saya keluar saya melihat bocah cewek umur 5 tahun anak tetangga saya itu tidak pakai celana dalem. i know dia abis pipis. tapi kenapa itu si mbak-nya membiarkan kemaluannya menjadi vulgar gitu gak ditutupin? secara di pos satpam saya itu kebetulan lagi dibangun musholla. kebanyang dong ada beberapa tukang lelaki. 

HAPPY 2nd BIRTHDAY Hana - Chan !!

Gak kerasa ya bayi unyu - unyu saya sudah berajak gede. rasanya kok baru kemarin ya saya melahirkan. bahkan blog ini pun menjadi saksi bisu dimana saat saya hamil dan melahirkan secara mendadak. baca postingan ini dan ini, itu beneran deh seperti mimpi aja.

seorang Ruli Nurlita *akhirnya nyebut nama asli* yang tadinya anak mami banget gak bisa ngapa - ngapain, kerjaannya nge-game terus sampai jadi begundal kemudian bergaul sama anak - anak dunia malem dan akhirnya mendadak dilamar oleh seorang pria yang dulunya saya pikir dia *suami saya* kaya kutu buku dan bukan tipe saya banget. sampai di satu titik saya insap dan lahirlah Hana - chan !

awal memberikan nama Hana juga mendadak. asal tau aja, awalnya itu bukan Hana Zahira Alfathunnisa melainkan Seira Hikari Alfathunnisa. maksa ya? emberrr... abis saya dulunya itu japan minded banget. punya cita cita pengen nikah sama orang jepang dan tinggal disana eh gak kesampean ya gini nih. tapi sayangnya mama dan keluarga yang lain gak setuju buat namain bayi saya dulu dengan nama jepang. kudunya berbau islam gitu deh. setelah ada acara tawar menawar gak pake korting. deal saya dengan orangtua adalah hanya boleh memakai nama depan aja yang masih berbau jepang jepangannya belakang belakang harus pakai yang berbau islami namanya. then setelah mengajukan beberapa proposal nama selama semingguan. nama Hana lah yang terpilih.

Hana - chan itu cepet tingginya loh. mungkin mengikuti Gen dari bapaknya ya. asal jangan tinggi terus jadi menggendut aja ya nak.

Dulu pas hana lahir saya gak tega buat ngeliat dan pegang badannya. abis kecil banget, dah gitu karena waktu hamil saya tergolong orang yang susah makan banyak terutama sayuran alhasil setelah Hana lahir tubuhnya kaya mengecil gitu deh. merasa bersalah banget gak makan dengan gizi seimbang. maafkan mami-mu yang dodol ini ya.

waktu Hana - chan sebulan, semua berfikir Hana itu ITEM!! hiks. jujur di situ kadang saya merasa sedih. sebenernya mah itu bukan ITEM tapi bayinya itu masih merah. karena saya emosi tiap pagi akhirnya Hana di jemur dengan telanjang mbulet. tau gak? sekarang malah muka Hana putih tapi badannya rada item gitu. apa iya karena terlalu over dia mandi matahari waktu bayi ya?
err....

its called 2nd Family - Lucretia

Beberapa orang sempat bertanya:

"kok namanya aneh banget sih mbak, ruffie lucretia gitu, emang mbak turunan orang jepang apa?"
" hehehe.. engga kok, saya asli indonesia, hanya saja nama Ruffie itu brand saya di komunitas jepang dan Lucretia adalah keluarga kedua saya" jawabku

mungkin sebagian orang juga berfikir saya alay, tidak menggunakan nama asli padahal udah emak ber-anak satu. awalnya saya sempat gonta ganti nama di sosial media: FB terutama, tapi balik lagi ke Ruffie. habisnya rata - rata teman dunia maya saya lebih kenal saya dengan nama ruffie bukan nama asli. sedih sih, tapi yah gak apa - apa deh.

kalau nama Ruffie sendiri itu terkenal *ciee* sejak saya memulai debut cosplay pada awal tahun 2004 di acara Gelar Jepang yang diselenggarakan oleh HIMAJA UI dan kebetulan saat itu yang cosplay masih bisa kehitung sama jari deh. beruntungnya lagi saya menjadi juara pertama. dari situlah awal mula nama Ruffie.

Seiring dengan bergantinya tahun dan saya memiliki banyak hobi diwaktu yang bersamaan, saya bertemu dengan banyak orang di kehidupan saya. Tahun 2009 tahun yang menurut saya paling madesu (masa depan suram). di tahun itulah saya merasa menjadi manusia paling hancur. yah, seperti postingan saya sebelumnya. karena depresi akhirnya saya melarikan diri ke dunia game online. saya baru menyadari bahwa kecanduan game online itu sama parahnya dengan kecanduan narkoba. heii.. its seriouss!

karena saat itu saya dalam status recovery buat penyakit saya ini, saya tidak bisa beraktivitas banyak. tidak ke kampus juga tidak mengikuti les apapun. alhasil saya dikenalkan oleh seorang teman tepat-nya adik mungkin karena usia-nya terpaut cukup jauh dengan saya, dunia game online. dunia yang menurut saya dulunya asing banget dan berfikir ngapain sih orang rela - relain begadang demi main sebuah atau beberapa game online.

saya dikenalkan dengan salah satu game online yang sedang populer kala itu, sebut saja game ayogoyang *brand disamarkan*. game joged - joged gak jelas itu ternyata menarik minat banyak orang terutama buat para abege yang asik bermain di dalamnya. ada apa sih?

Edisi Curhatan Gak Penting


Selamat Datang Musim Hujan,


"Endless rain, fall on my heart, in this wounded soul.
Let me forget, all of the hate, all of the sadness.
Endless rain, let me stay a memory in your heart.
Let me take in your tears, take in your memories."
 - reff. X - Japan : Endless Rain

Disaat hujan datang saya terkadang suka memutar lagu dari X japan yang endless rain, halah sok melow banget ya..
 
Gak kerasa ya, sudah datang musim hujan lagi. Giliran kemarin kepengen banget hujan eh pas hujan pengen panas. Kenapa sih?

Ternyata, disaat hujan mulai turun, dirumah saya bocor. Jadilah miss riweh setiap kali hujan datang. Bukan itu saja sih, yang paling terberat di bulan November adalah KENAIKAN BBM.
Rusuh Indonesia akhir – akhir ini karena Pemerintah telah menaikkan harga BBM. Saya sih gak masalah kalau BBM naik ASAL yang lain tidak menaikkan harga dan tariff juga dong. Yah tapi apa mau dikata. Pemerintah sepertinya menaikkan BBM di saat yang salah; saat harga minyak mentah lagi terjun bebas diangka terendah, saat musim hujan yang mana panen cabai dan sayur mayur jadi ikutan susah.

Kenapa sih ujug – ujug ngeblog malah curcol?
Pengen aja gitu sesekali, sesekali lohh.. soalnya kepingin nulis artikel keburu capek duluan karena lagi – lagi ART ku Kabur. Haa.. emang gak ada yang bener ya ART itu. Disamping itu, Hana Catering juga sudah mulai banyak pelanggannya loh *Alhamdulillah*

Jadi deh, urusan nge blog rada terbengkalai sedikit, padahal banyak banget artikel yang harus diselesaikan.

Jadi, mohon maaf ya apabila bulan ini saya posting artikel hanya sikit. Miris.. T^T



Itu Anakmu bukan Anak Pembantumu..

Ini cerita pengalaman saya sebulan yang lalu,

“ Oeekkk… Oeekkk…”

Suara tangisan bayi terdengar sampai kedalam rumahku, entah itu bayi siapa yang jelas sudah membuat Hana terbangun dari tidur paginya. Sesaat saya keluar rumah dan menemukan bahwa ternyata suara tangisan itu berasal dari rumah sebelah. Kemudian saya mendatanginya dan ternyata benar. Sebut saja bayi A. Bayi itu sedang menangis meronta – ronta saat digendong oleh pengasuhnya. Pengasuh tersebut panik karena dia belum pernah momong bayi usia 3 bulan, tapi karena gaji yang ditawarkan oleh majikannya lumayan besar, doi memberanikan diri. Waktu saya datang kesana, pengasuhnya itu sedang memberikan susu formula kepada bayi A. tapi, miris melihatnya, susu yang ia berikan ternyata sampai tumpah kesamping telinga si bayi. Karena ketidaktahuannya itu bisa saja bayi tersebut menderita infeksi telinga. Karena ada cairan asing yang masuk melalui kupingnya, apalagi cairan tersebut adalah susu formula. Untungnya saya sigap dan langsung memberikan wejangan kepada si pengasuh bahwa harus hati – hati sekali dalam pemberian susu formula menggunakan botol.

Curcol Selingan - edisi emak galau

Uhukk...uhukk...
Bingung mau nulis apa.. tapi pertama yang ingin saya tuliskan adalah sekarang usia hana - chan udah 8 bulan loh..*yeeeeyyyyy* ^__^V

Gak kerasa banget, perasaan masih segar di ingatan saya dan sempat menorehkan jejak kelahirannya di blog ini juga.sekaran tiba - tiba udah 8 bulan ajah.

Semakin bertambah umurnya, semakin aktif pula hana - chan. Sampai - sampai saya dibuat lelah karenanya. Hmm.. tapi gak apa sih, mala saya makin seneng nd giat buat merawat dan mengasuhnya supaya menjadi lebih baik lagi. 

Berbekal pengalaman madesu mengenai pola asuh. Saya akan serius mengasuh hana - chan supaya gak sepait pengalaman mami-nya ini.

Kayanya udah ah sgni dlu curhatannya. sulit menulis di tablet. Mau ketik d netbook/PC udah tepar gni.

Mungkin kalau ada waktu lagi, saya bakalan posting cerita yang menegangkan. Kalau masa awal saya berdebat dengan ortu mengenai susu formula. Kali ini setelah memulai MPASI, lagi - lagi saya bersitegang.

Penasaran sama kisah saya? #sok kepo

Semoga besok energi saya masih terkumpul dan bisa share pengalaman.
Berikut utang tulisan yg udah kependingg 1 bulan.


-  love u all -