Indonesia Darurat Asap, Rumah Zakat berangkatkan Armada Logistik dan Mobil Oksigen


Mami Sedih deh setiap kali mendengar berita tentang Kebakaran Hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Apalagi dampaknya sangat buruk bagi kesehatan masyarakat. Sedangkan menurut Informasi dari BMKG kondisi udara di kota Pekanbaru, Sampit dan Palembang sudah memasuki status bahaya. 

Ternyata kemarau panjang tak hanya berdampak pada kekeringan dan kekurangan air bersih saja, nyatanya berisiko juga pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data BNPB, hingga 14 September 2019, karhutla terparah dialami oleh 6 provinsi, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau. 

Karena hujan tak kunjung turun, semakin banyak titik api di Hutan – hutan yang menyebabkan kabut asap semakin pekat sehingga kualitas udara menjadi buruk dan bahkan berbahaya. Daerah Riau memiliki status kualitas udara berbahaya sedangkan Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan kualitas udara sedang, meski begitu tetap saja Kabut asap sangat membahayakan bagi Manusia, hewan serta tumbuhan. 

Kabarnya, menurut PLT Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibiwo mengatakan, dari Februari hingga September 2019 jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) hingga September mencapai 919.516 orang. 

Masyarakat yang terdampak ISPA akibat Karhutla tersebut tersebar di enam provinsi, yaitu Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimatan Tengan, dan Kalimantan Selatan. 


Dampak kabut Asap di Indonesia: 
1. Menyebarkan emisi gas karbon dioksida ke atmosfer 
2. Potensi banjir dikarenakan pohon – pohon hangus dan hilang 
3. Hampir satu juta orang menderita ISPA akibat kebakaran Hutan dan Lahan 
4. Terbunuhnya satwa liar dan hancurnya pohon dan tanaman 
5. Asap yang ditimbulkan menyebabkan gangguan diberbagai segi kehidupan masyarakat antara lain Pendidikan, agama dan ekonomi. 

Menanggapi Hal tersebut, sejak Agustus lalu Rumah Zakat telah melakukan berbagai Aksi Peduli Bencana dengan menugaskan 100 relawan di 6 provinsi. 



Rumah Zakat Berangkatkan Armada Logistik dan Mobil Oksigen 

Kemarin, Rabu (25/09) mami berkesempatan menghadiri pemberangkatan Armada Logistik dan Mobil Oksigen dari Rumah Zakat. Armada – armada tersebut membawa oksigen, obat – obatan dan juga masker N-95 serta kembali menugaskan relawan tambahan sebanyak 100 orang untuk melakukan Aksi Peduli Bencana ke lokasi terdampak. 

Rumah Zakat juga berinisiatif menyediakan pos darurat kabut asap, pos segar, peralatan logistik, mobil ambulance dan oksigen, serta layanan kesehatan gratis. Selain itu, Rumah Zakat juga menganjurkan bagi masyarakat Indonesia untuk Sholat Istisqo, yaitu sholat meminta hujan. Karena kepada siapa lagi kita meminta selain kepada Alloh yang menguasai semesta ini. 


"Hingga keadaan membaik, kami akan terus berupaya memberikan penanganan langsung berupa pengiriman relawan untuk melakukan pemadaman api, menyiagakan pos darurat, distribusi masker, penyediaan, dan sosialisasi safe house hingga penyediaan logistik dan BBM bagi para petugas pemadam kebakaran" ujar Murni. 

Pekerjaan Rumah untuk Pemerintah 

Rumah Zakat mengajak Pemerintah untuk Bersama – sama menanggulangi kebakaran Hutan yang terjadi setiap tahunnya. Rumah Zakat juga merekomendasikan kepada pemerintah untuk membuat kanal air dan sumber air di titik-titik yang rawan kebakaran. Dengan demikian, ketika terjadi kebakaran akan memudahkan petugas dalam upaya pemadaman. 

Menurut mami, kebakaran hutan yang terjadi, bukan hanya bersumber dari musim kemarau saja akan tetapi hutan dengan sengaja dibakar untuk membuka lahan sawit yang baru. Buktinya sudah banyak beredar dibeberapa media online yang menyatakan kebakaran tersebut 99% ulah manusia. 

Sudah saatnya masyarakat Indonesia peduli terhadap kelangsungan Hutan dan hewan didalamnya. Karena kita sangat bergantung pada ekosistem hutan, bila hutan dibakar dan alih fungsi lahan menjadi lahan sawit maka sudah dipastikan oksigen yang kita hirup di Indonesia ini semakin berkurang. 

Bila kamu peduli terhadap kondisi Kebakaran Hutan yang terjadi di Kalimantan dan Riau, yuk bantu mereka dengan berdonasi di Rumah Zakat dengan nomor rekening:

Salurkan Donasi anda melalui :

- BNI Syariah 155 555 5589
- Mandiri 132000 481 974 5



an Yayasan Rumah Zakat Indonesia
Konfirmasi transfer via WA Center di 08157300 1555


Bantuan kamu akan sangat berarti bagi mereka. 

mami bersama emak blogger lainnya








No comments

Silahkan tinggalkan komentar kamu, tapi plis banget ya pergunakan bahasa indonesia yang baik dan membangun. Mohon maaf juga harus di moderasi biar gak ada yang spam. Happy Comment ^^~