Ini Hal yang dilakukan oleh Direktorat Kesehatan Kerja dan Olah Raga(Kesjaor), Kemenkes RI untuk Meningkatkan Kesehatan Para pekerja di Indonesia

|
Friday, December 28, 2018
| Leave a comment


“Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” 




Kenal dengan motto seperti ini?


Yup, agar jiwa kita kuat, harus sehat. Sehat itu dengan apa? Seperti berolahraga teratur, makan dengan gizi seimbang serta pola hidup sehat. Tapi, masyarakat yang tinggal di kota – kota besar biasanya kurang memperhatikan kesehatan dirinya terutama para pekerja. Biasanya, mereka akan fokus dengan kerjaan dan rutinitas kantor sehari – hari. Sehingga melupakan kesehatan diri sendiri. Padahal, pekerja ini mungkin menjadi tulang punggung atau kepala keluarga yang harus menafkahi banyak anak dan istri bahkan orangtua. Bila, para pekerja ini tidak memperhatikan kesehatan mereka. Yang terjadi adalah akan menjadi mudah sakit, kerjaan kurang fokus, dan prestasi menurun. Dampaknya ya mereka jadi rugi sendiri. 

Tapi banyak juga kok perusahaan yang tidak memperhatikan kesehatan pekerjanya. Seperti mempersulit tunjangan kesehatan atau tidak ada fasilitas kesehatan yang memadai di kantor. Padahal, semestinya perusaahaan memperhatikan kesehatan para pekerja. Memperhatikan mereka. Niscaya, bila kesehatan mereka terjaga dan ditunjang dengan berbagai macam fasilitas yang memadai, perusahaan juga yang akan mendapatkan keuntungan. 


** 
Guna kepentingan hal itu, kebetulan Sepekan lalu. Mami berkunjung ke Gedung Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang berada di Jalan Rasuna Said Blok X5 kav.4-9, Jakarta. Ruangan yang mami tuju ada di lantai 7 blok C Gedung Adhyatama. Di sana mami bertemu dengan perwakilan dari Direktorat Kesehatan kerja dan Olah raga. Tak hanya mami yang hadir, ternyata ada beberapa rekan blogger dan juga media yang turut serta. 

Mengenal Direktorat Kesehatan kerja dan Olah Raga 

Kalian pasti sudah tau kan program kerja Kemenkes RI? Nah, mereka sekarang membuat Direktorat khusus yang memperhatikan kesehatan para pekerja. Yaitu, Direktorat kesehatan Kerja dan Olah Raga atau di singkat menjadi Kesjaor. Jadi, berdasarkan Undang – undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan yang mengamanatkan upaya kesehatan kerja dan kesehatan olah raga diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia (selengkapnya baca di sini). Kemenkes RI melalui Kesjaor memiliki sejumlah strategi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama bagi para pekerja. 

Strategi yang mereka lakukan adalah kemitraan dan pemberdayaan kesehatan pada kelompok pekerja berbasis masyarakat pekerja. Selama ini, Kesjaor telah melakukan pemantaun, evaluasi dan pelaporan di bidang kesehatan kerja dan olah raga. Dan pada pelaksanaannya, yang telah dilakukan Kesjaor adalah menyiapkan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang kesehatan okupasi dan surveilans, kapasitas kerja, lingkungan kerja dan kesehatan olah raga. 

Berbagai Program Kesjaor di Kemenkes RI 
Tak indah rasanya, bila harus koar – koar memperhatikan kesehatan kerja tapi tidak dimplementasikan ke dalam lingkungan Kemenkes RI sendiri. Seperti tong kosong nyaring bunyinya. Demi membuktikan hal itu, Kesjaor membuat beberapa program kesehatan dan olah raga di lingkungan Kemenkes RI. Dengan harapan, kedepannya semua perusahaan bisa mengikuti ketentuan yang telah Kesjaor tetapkan bagi kesehatan pekerja dalam lingkungan kantor. 

Gerakan Kantor Berhias (Berbudaya Hijau dan Sehat) 

Sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan No.HK.01.07/MENKES/153/2018 tentang Gerakan Kantor Berbudaya Hijau dan Sehat di lingkungan Kemenkes. 

Di lingkungan Kemenkes sendiri, Kesjaor telah mengeluarkan buku panduan teknis tentang Gerakan Kantor berhias. Agar semua karyawan bisa menerapkannya. Tak hanya itu, dalam program penyelenggaraan kantor berhias juga ada system penilaian dan reward untuk setiap bagian yang ada di Kemenkes. Alasanya, untuk memotivasi seluruh karyawan untuk mengikut gerakan kantor Berhias. 

Kegiatan yang sudah dilakukan oleh Kesjaor di lingkungan Kemenkes: 

1. Melakukan senam peregangan setiap hari, di jam 10.00 wib dan 14.00 wib 
2. Melakukan olah raga Bersama setiap hari jumat 
3. Bazaar buah, sayur dan ikan dilakukan setiap hari jumat 
4. Sterilisasi tangga darurat dan pemasangan jalur evakuasi (fosfor) 
5. Pemasangan rambu – rambu menuju titik kumpul 
6. Penatausahaan proteksi kebakaran, pemasangan tabung APAR di setiap jarak 15m dengan jenis foam, dry chemical, halotron, CO2 dan secara rutin dilakukan pengisian 
7. Melakukan kegiatan simulasi penanggulangan kebakaran 
8. Melakukan pengendalian Hama/Serangga (Pest Control), 1x setiap bulan di minggu ke-IV 
9. Membentuk tim JUMATIK Kemenkes “Si cantik berhias” untuk memberantas jentik nyamuk yang ada dilingkungan kantor 
10. Penyediaan fasilitas ruang menyusui 
11. Menyediakan Gerai toga dan hidroponik 
12. Menyediakan Griya Sehat untuk karyawan 
13. Memfasilitasi Kantin Sehat 

Tour Keliling Sarana dan Fasilitas Gedung Kemenkes RI 
Setelah pemaparan oleh dua narasumber yaitu ibu Dr. Desak Made dan Drg. Kartini tentang Kesjaor dan juga implementasinya. Mami dan rekan lainnya diajak untuk keliling Gedung Kemenkes. Tapi sebelum itu, mereka memperkenalkan salah satu program rutin yang biasa dilakukan karyawan pada pukul sepuluh pagi dan dua siang. Yaitu senam peregangan!


Namanya mami, yang notabene jarang olah raga. Begitu ikutan senam ini rasa-rasanya body hampir lepas semua. Wkkwkw. Ternyata ya, setelah senam masih ada olah raga lanjutan. Guess what? Turun ke lantai 4 dari lantai 7 menggunakan tangga darurat. Ngos -ngosan gak tuh? XD


Setibanya di lantai 4, kami diajak berkunjung ke tempat tanaman hidroponik di RTH kemenkes. Di dalam RTH terdapat beraneka macam tanaman obat yang ditata berdasarkan silkus hidup (mulai dari pasangan usia subur, bayi, anak, usia kerja dan lansia) dan bisa dimanfaatkan untuk mengatasi gangguan kesehatan ringan. Selain itu, RTH juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi yang membutuhkan. 

Di lantai yang sama, terdapat pula Griya Sehat. Di ruanganya yang tidak begitu kecil tapi terdapat tiga tempat tidur dan juga ruang konsultasi. Griya sehat ini merupakan model fasilitas pelayanan kesehatan tradisional. Pelayanan yang diberikan antara lain: akupuntur, akupresur, pijat baduta dan edukasi pengenalan dan pemanfaatan tanaman berkhasiat obat bagi kesehatan. Jadwal buka Griya Sehat sendiri mulai pukul 11.00 – 14.00 wib, yang terdiri dari: 

Pelayanan akupuntur : senin dan kamis 

Pelayanan akupresur: Selasa dan Rabu 

Edukasi Ramuan: Jumat 

Pijat Bayi: Jumat 


Untuk kegiatan pijat bayi, berupa edukasi kepada ibu dan keluarga tentang manfaat pijatan untuk meningkatkan tumbuh kembang bayi dan balita. Sayangnya, pelayanan di Griya Sehat tidak terbuka untuk umum. Sementara, hanya diberikan kepada karyawan Kemenkes saja. Semoga, kedepannya banyak perusahaan/instansi yang memiliki Griya Sehat ini ya. 

Setelah berkunjung ke tanamanan hidroponik dan Griya sehat, tour dilanjutkan menuju lantai 1 (masih dengan menuruni tangga darurat T^T). Mami Bersama rekan blogger lain, mengunjungi taman Germas yang letaknya ada di belakang Gedung Sujudi Kemenkes. Di taman Germas juga ada tanaman obat. Namun tersedia pula lapangan untuk olah raga dan juga sarana penunjang lainnya. 

Masih berlanjut, kita diajak lagi ke gerai jamu yang berada di lobby Gedung Sujudi Kemenkes. Berbagai macam jamu di racik disini dan siap diminum. Berhubung mami lagi berhalangan, jadilah minta jamu kunyit asem. Beneran asem dan rasanya segar. Iyalah! Wong kunyitnya juga asli. 


Meski kaki sudah mulai merengek karena kelelahan, tapi tour masih tetap berjalan. Kunjungan lainnya ke TPA Serama. Tempat Penitipan Anak ini khusus untuk karyawan Kemenkes, tapi tak menutup kemungkinan juga instansi/karyawan perusahaan lain yang dekat dengan Kemenkes bisa memanfaatkannya, namun dengan biaya yang telah disepakati. Di TPA Serama, banyak anak bayi dan balita. Ketika kami tiba disana, kelas balita sedang bernyanyi dengan riangnya dan untuk bayi di jaga oleh pengasuh yang ada. Tak lupa ada ruang Laktasi juga, lengkap dengan fasilitas penunjang dan ada konselor laktasi yang siap dicurhati oleh permasalahan busui. 

Biasanya klinik perusahaan itu ya apa adanya aja ya. sepengalaman mami yang suka berkunjung ke kantor papi dan melihat fasilitas klinik yang ada disana. Tapi, berbeda dengan UPK (Unit Pelayanan kesehatan) di Kemenkes. Patut diacungin sepuluh jempol. Kenapa? Sarana dan prasarananya komplittt~ pake banget. Sampe mami speechless deh. Ini klinik atau rumah sakit? Hahaha. Kan jadi kepengen si papi pindah ke kemenkes XP, abis semuanya serba ada. Tapi yaaa, sekali lagi. Semogaaaa~ semua perusahaan bisa menerapkan kaya Kemenkes soal fasilitas dan saranannya. Biar karyawan dan keluarganya juga ikutan happy. 


Next, kita dibawa ke sebuah ruang fitness center. Awalnya, mami kira kaya fitness center yang di emol- emol. Dan apaaaa? Melebihi eksptektasi untuk ukuran fitness center sebuah instansi. Gewllo~ keren abislah pokoknya. Kalau kalian lagi berkunjung ke Kemenkes, coba mampir aja ke fitness centernya, dijamin gak mau pulang XD. Pantesan karyawan kemenkes betah lama – lama di sini. Fasilitasnya oke punya. 

Terakhir, mami mengunjungi kantin sehat. Seinget mami ya, kantinnya kantor papi itu ada dibelakang Gedung. Dan kebanyakan kantin kantor lain juga dibelakang atau disamping Gedung. Namun, berbeda dengan kantin sehat Kemenkes. Sebelum kita ke kantin, disuruh olah raga dulu. Nurunin anak tangga yang lumayan banyak-biar tambah laper kali ya dan makannya banyak-Karena letak kantin ada di basement Gedung. Makanan kantin sehat yang ada di sini juga, pastinya sehat karena beberapa tidak menggunakan MSG atau pemanis buatan. Semuanya murni. Untuk rasa juga tidak kalah dengan makanan yang mengandung MSG. pilihan menunya juga lengkap, ada makanan berat dan juga cemilan sehat. Ruangannya full AC. Ini yang mami sukai. Tidak terkontaminasi asap rokok. Bete banget gak sih, lagi makan ceplas-ceplus asap rokok! Kepengen mami kutuk aja itu yang merokok di kantin. Huh! 

Setelah makan? Kita dipaksa olahraga lagi buat naik beberapa anak tangga. Huahahaha. Ini mah beneran hidup sehat deh. 

Tour setengah harian di Gedung kemenkes RI, membuat mami iri. Serius!. Seandainya semua perusahaan/instansi/perusahaan BUMN mengikuti standar Kemenkes. Mami yakin para pekerja bakalan sehat rohani dan jasmani karena lingkungannya mendukung dan pastinya keluarga Happy tambahannnya Produktivitas karyawan jadi meningkat, Perusahaan mendapat profit yang baik pula. Yuk, ah… mulai bebenah dari sekarang ya~



Btw, thanks berat buat Kemenkes RI dan Kesjaor atas undangannya. Setidaknya mami jadi ikutan sehat. hahay.




Post Comment
Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar kamu, tapi plis banget ya pergunakan bahasa indonesia yang baik dan membangun. Mohon maaf juga harus di moderasi biar gak ada yang spam. Happy Comment ^^~