Yuk, Kita Perangi Campak dan Rubella dengan Melakukan Imunisasi MR

|
Friday, July 28, 2017
| 2 Comments

"Di usia Ubii yang mendekati 6 bulan, baru saya tahu bahwa Ubii terdiagnosa dengan Congenital Rubella Syndrome karena saya kena Rubella saat hamil. Itu membuat Ubii terlahir tuli, punya kebocoran jantung, pengapuran otak, retardasi psikomotorik / cerebral palsy. Pikiran yang pertama muncul adalah, "Anak ku cacat dan Tuhan jahat." 
- Grace Melia (Blogger & Founder Rumah Ramah Rubella)


Sebut saja mami Gessi, seorang blogger dan juga merupakan Founder Rumah Ramah Rubella. Kisah perjuangan mami Gessi yang melahirkan seorang anak ABK patut diacungkan jempol dan bisa ditengok ceritanya di sini

Ubii, terdiagnosa dengan Congenital Rubella Syndrome karena sejak di dalam kandungan mami Gesi positif terkena Rubella. Hal inilah yang membuat ubii terlahir tuli, mengalami kebocoran jantung, pengapuran otak, dan retardasi psikomotorik. Tapi tidak hanya Ubii saja yang mengalami hal serupa. Di Indonesia masih banyak anak seperti Ubii; terlahir cacat karena ibunya positif Rubella.

Banyak kasus serupa, setiap tahun semakin meningkat presentase anak yang terdiagnosa Congenital Rubella Syndrome dan itu tidak hanya di Indonesia saja akan tetapi terjadi di seluruh dunia.

Seperti bisa kalian simak video di bawah ini; Ian - seorang penderita Congenital Rubella Syndrome yang berhasil hidup.


Hal inilah yang membuat Badan Kesehatan Dunia WHO gencar untuk segera memasarkan Vaksin baru guna memerangi Rubella.

Apa itu Rubella?
Rubella (Campak Jerman) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Rubella. Virus ini menular lewat percikan dahak penderita saat batuk dan bersin serta tersebar begitu cepat di udara. Rubella juga bisa menular lewat kontak langsung dengan lendir dari saluran pernapasan seperti dahak atau ludah. Menggunakan alat makan atau minum yang sama/bersamaan dengan penderita rubella tanpa di cuci terlebih dahulu juga memungkinkan yang sehat terkontaminasi dengan virus ini.



Penderita Rubella dapat menularkan virus ini pada orang lain sejak 10 hari sebelum timbul bintik -bintik merah ditubuhnya, sampai 1 -  2 minggu bintik - bintik merah tersebut hilang. Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan akan mengakibatkan keguguran atau kecacatan bayi yang dilahirkan.

Virus Rubella yang menginfeksi pada ibu hamil akan menyebar ke seluruh tubuh melalui darah dan sebagian virus akan masuk ke tubuh janin melalui plasenta. Pada bayi yang terpapar rubella ketika di dalam kandungan begitu dilahirkan akan terkena Congenital Rubella Syndrome (CRS).


Maka dari itu, sebaiknya calon ibu/sudah menjadi ibu yang ingin mempunyai anak dianjurkan agar melakukan screening dan imunisasi terlebih dahulu supaya terhindar dari virus rubella/TORCH.

Gejala Penyakit Rubella
Biasanya gejala pada penyakit Rubella hampir tidak ada, atau tidak spesifik. Namun hal yang umum terjadi bila penderita positif Rubella adalah mengalami demam ringan, timbul bercak merah /rash makulopapuler di kulit terutama di wajah, lengan, dan kulit kepala nampak seperti campak biasa karenanya sering disebut campak jerman, ruam hanya terjadi 2-3 hari dan hilang sendiri, pembesaran kelenjar limfe di belakang telinga, leher belakang, dan sub oksipital serta mengalami pusing, pilek, mata merah dan nyeri. Gejala tersebut tidak sepenuhnya ada pada diri seseorang, gejala yang disebutkan bisa ada semuanya bisa hanya berupa demam ringan atau flu biasa saja. Sehingga kita terkadang tidak sadar bahwa telah terinfeksi virus Rubella.

Apa itu Measles (Campak)?
Measles (campak) merupakan suatu infeksi virus yang sangat menular. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak golongan Paramixovirus. Penularan virus ini sama dengan rubella, melalui batuk dan bersin kemudian tersebar secara cepat di udara. 

Bahaya bila orang terkena campak adalah dapat menyebabkan komplikasi yang sangat serius. Seperti diare, rada paru (Pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk/tidak mau makan dan minum bahkan hingga menyebabkan kematian.

Berikut video seseorang yang terkena campak dan mengakibatkan komplikasi yang cukup serius.


Masa inkubasi dari virus ini bila kita tertular dibutuhkan waktu sekitar 10-14 hari sebelum gejala muncul. Campak dapat menyerang siapa saja mulai dari bayi hingga dewasa. Anak dan orang dewasa yang belum melakukan imunisasi campak sangat rentan dan beresiko tinggi terinfeksi virus campak.

Untuk kalian ketahui bahwa virus campak yang berada di udara dapat bertahan hidup dalam suhu ruangan hingga 34 jam kedepan. Jadi bila kalian satu ruangan dengan penderita campak maka besar kemungkinan kalian akan tertular apalagi bila kalian belum melakukan imunisasi campak.

Gejala Penyakit Campak (Measles)
Gejala yang ditimbulkan bila seseorang terkena penyakit ini adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit,  disertai dengan batuk, pilek dan mata merah (konjungtivitis).


Sebaiknya bila kalian/buah hati terkena campak tidak keluar rumah untuk sementara waktu sampai sembuh. Takutnya malah akan menulari orang lain dan menimbulkan wabah campak yang serius.


***
Jumat, 21 Juli 2017 yang lalu, saya dan beberapa blogger lainnya di undangan oleh Kementrian Kesehatan Indonesia (KemenkesRI) dalam acara Temu Blogger dan Kampanye Imunisasi Measles Rubella atau di singkat MR. yang berlokasi di Park Lane Hotel Jakarta.


Di sini saya dan teman - teman blogger berkesempatan untuk menelisik lebih jauh lagi tentang bahaya Campak dan Rubella. Tapi tidak hanya itu Kemenkes RI juga mengundang beberapa narasumber yang kompeten di bidangnya. Seperti ada Ibu Jane Soepardi yang menjabat sebagai Direktur Surveilans Karantina Kesehatan dari Kementerian Kesehatan Indonesia, Bapak Hindra Irawan Satari dari tim IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), dan Bapak Dr. HM. Asrorun Niam Sholeh yang menjabat sebagai sekretaris komisi fatwa dari MUI  (Majelis Ulama Indonesia) Pusat.


Bapak Hindra Irawan Satari menjelaskan secara singkat dan padat tentang apa itu campak, rubella, serta bahaya dan bagaimana cara mencegahnya. sama seperti penjelasan yang sudah saya tulis diatas. Tapi yang harus diingat dan di garis bawahi adalah jangan sepelekan batuk dan bersin yang ada disekitar kita. Dan cara pencegahan yang paling efektif adalah dengan melakukan Imunisasi MR.

Apa itu Imunisasi MR?
Imunisasi MR adalah sebuah kombinasi vaksin campak/Measles (M) dan Rubella (R) untuk perlindungan terhadap penyakit Campak dan Rubella. Jadi, satu vaksin dapat mencegah dua penyakit sekaligus. 


Menurut Ibu Jane, tujuan diselenggarakannya Imunisasi MR oleh Pemerintah Indonesia yang akan diadakan pada Bulan Agustus - September 2017 secara berkala nanti adalah guna memutus mata rantai virus Campak dan Rubella. Sehingga bagi anak yang berusia mulai dari 9 bulan hingga 15 tahun disarankan untuk melakukan imunisasi MR ini. beliau juga menuturkan bahwa peran serta masyarakat sangatlah penting guna mensukseskan program Imunisasi MR di Indonesia. 

Apakah Vaksin MR aman?
Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia WHO dan izin edar dari BPOM. Vaksin MR ini 95% efektif untuk pencegahan penyakit Campak dan Rubella. Dan Vaksin ini juga sudah terbukti aman dengan telah digunakan lebih dari 141 negara di Dunia.


Imunisasi MR tidak memiliki efek samping. Reaksi normal setelah imunisasi adalah demam ringan, ruam merah, bengkak ringan, dan nyeri di tempat suntikan dan akan menghilang setelah 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi jarang terjadi. Namun disarankan setelah melakukan imunisasi MR ini sebaiknya tidak langsung pulang; tunggulah sekitar 30 menit guna memantau kemungkinan terjadinya KIP (kejadian Ikutan Pasca Imunisasi).

Beda Vaksin MR dengan MMR
Vaksin MR yang nanti diadakan oleh pemerintah merupakan vaksin untuk mencegah penyakit Measles (campak) dan Rubella saja. Sedangkan vaksin MMR yang dikeluarkan swasta adalah vaksin untuk mencegah penyakit Measles, Rubella ditambah Mumps (Gondongan). Alasan pemerintah tidak memasukkan vaksin Mumps karena Measles dan Rubella memiliki komplikasi yang berat dan juga mematikan. Jadi Pemerintah lebih memprioritaskan pada pemberian vaksin MR saja tanpa tambahan vaksin Mumps.

Kedepannya Pemerintah juga akan mengganti pemberian vaksin campak tunggal yang selama ini telah diberikan kepada masyarakat dengan vaksin MR (Measles Rubella). 

Bila anak yang telah melakukan imunisasi MMR sebelumnya juga wajib dalam program ini.  Pun dengan anak yang telah mendapatkan dua dosis imunisasi campak tunggal. Imunisasi MR aman diberikan kepada anak yang sudah mendapatkan vaksin MMR dan campak tunggal.

Mengenai isu vaksin MMR dapat menyebabkan autisme adalah tidak benar dan telah dibuktikan bahwa orang yang awalnya menyebarkan berita palsu tersebut telah ditangkap dan dipenjara.

Apakah Vaksin MR, HALAL?
Ibu Jane menjamin bahwa vaksin MR yang dikeluarkan oleh pemerintah ini 100% halal. Karena vaksin ini dua - duanya tidak memiliki kandungan babi yang diharamkan dalam agama islam. Vaksin Campak ditumbuhkan melalui janin ayam sedangkan vaksin Rubella dikembangbiakkan di sel punca atau stem cell manusia. Jadi tidak ada unsur babi-nya. Terlebih vaksin MR ini telah diproduksi langsung oleh Biofarma Bandung, Indonesia.


Dan dipertegas juga oleh Bapak Dr. HM. Asrorun Niam Sholeh bahwa pada dasarnya imunisasi itu dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.

Sesuai dengan Fatwa MUI no.4 Tahun 2016; Dalam hal ini jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa. Maka berdasarkan pertimbangan para ahli yang kompeten dan dipercaya maka imunisasi hukumnya menjadi wajib.




***
Sebagai Blogger dan juga kader Posyandu, saya memiliki tanggungjawab penting dalam menyebarkan informasi terkait Imunisasi MR ini.

Ayo moms and dads, bawa anaknya yang berusia 9 bulan - 15 tahun ke Pos Imunisasi terdekat ya. Jangan sampai tidak. karena  bila tidak sama saja kita merampas hak anak untuk hidup sehat. Dan hal itu juga diatur dalam Undang - undang Pemerintah Indonesia.


Yuk, kita lindungi buah hati kita dari bahaya penyakit mematikan seperti Campak dan Rubella. 


Jangan lupa untuk datang ke Pos Imunisasi terdekat pada bulan Agustus - September 2017.

Bulan Agustus 2017 - Imunisasi MR untuk sekolah - sekolah mulai dari TK hingga SMP (usia 7 - 15 Tahun) khusus di pulau jawa.
Bulan September 2017 - Imunisasi MR di Posyandu, Puskesmas dan Pos Imunisasi lainnya untuk anak usia 9 bulan hingga 7 tahun (sebelum SD).

Mari sama - sama kita bebaskan Indonesia dari virus Campak dan Rubella.



2 comments on "Yuk, Kita Perangi Campak dan Rubella dengan Melakukan Imunisasi MR"
  1. Duh, liat dampak penyakit campak rubella emang bahaya banget nih mba. Kayaknya harus segera imunisasi nih :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, supaya negara kita bebas campak rubella

      Delete

Mohon maaf komentar di moderasi ya, biar gak ada yang nyampah ^^