Film Review: WONDERFUL LIFE - Karena semua anak terlahir sempurna

|
Wednesday, October 12, 2016
| 1 Comment


Apa yang akan kamu lakukan jika kamu mempunyai anak berkebutuhan khusus (ABK)?
Apa yang akan kamu lakukan bila anakmu tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan?


The Story...
Suatu hari Amalia Prabowo (cast. Atiqah Hasiholan) menemukan bahwa anaknya yang bernama Aqil (cast. Sinyo) nampak berbeda dari anak seusianya. Rupanya setelah melakukan pemeriksaan medis ternyata Aqil divonis menderita penyakit Diseleksia.


Diseleksia adalah sebuah gangguan dalam perkembangan baca-tulis yang umumnya terjadi pada anak menginjak usia 7 hingga 8 tahun.[1] Ditandai dengan kesulitan belajar membaca dengan lancar dan kesulitan dalam memahami meskipun normal atau diatas rata-rata. Ini termasuk kesulitan dalam penerapan disiplin Ilmu Fonologi, kemampuan bahasa/pemahaman verbal. Diseleksia adalah kesulitan belajar yang paling umum dan gangguan membaca yang paling dikenal. Ada kesulitan-kesulitan lain dalam membaca namun tidak berhubungan dengan disleksia. (Sumber: wikipedia)

Awalnya Amalia sedih dan kecewa memiliki seorang anak yang berkebutuhan khusus karena dia merupakan single parent serta wanita pekerja yang perfectionist dan cerdas. Berjuang mati - matian membesarkan seorang anak yang berbeda dari yang lain merupakan suatu tantangan besar dalam hidupnya. Semua harapan tentang anaknya agar hidup normalpun pupus.

Harapan yang telah lama ia inginkan tentang Aqil agar sukses dan menjadi orang yang dapat dirinya banggakanpun sirna.

Pun ketika ia berusaha untuk menyembuhkan penyakit anaknya yang membawa mereka berkeliling ke beberapa tempat di pulau jawa namun hasilnya nihil.

Belum lagi lingkungan di sekitar Amalia yang memandang rendah anaknya. Dan berbagai macam tekanan yang membuat diri Amalia harus kuat menghadapi hal itu semua.

Apakah Aqil bisa membuat mamanya bangga walaupun dia divonis diseleksia?

Mampukah Amalia menerima kenyataan bahwa penyakit yang di derita anaknya tidak dapat disembuhkan dan bagaimana perjuangannya?


The End...
Overall Film yang berdurasi sekitar kurang lebih dua jam ini membuat penonton yang menontonnya ketika gala premier di Senayan City tanggal 8 Oktober 2016 lalu telah sukses di bikin baper (termasuk saya). Senang-sedih-haru menjadi satu. Banyak nilai - nilai kehidupan yang dapat kita ambil hikmahnya, terutama sisi lain tentang penyakit diseleksia itu sendiri. Terlebih film ini diadaptasi dari novel yang berjudul sama karya Amalia Prabowo yang merupakan kisah nyata pengalaman hidup bersama anaknya.

“Dari suatu kekurangan akan ada kelebihan yang bisa diangkat,”  Handoko Hendroyono -produser film Wonderful Life 

Film anak bangsa yang disutradarai oleh sutradara muda; Agus Makkie dan di produseri oleh Dwimas Sasongko, Handoko Hendriyono, dan Rio Dewanto membawa angin segar dikancah perfilman Indonesia.

Satu tema yang menurut saya sangat jarang diangkat ceritanya. Walaupun berdasarkan kisah nyata film ini mampu menguras emosi yang menonton dan memberikan alur cerita yang mudah dicerna oleh berbagai usia.

sumber

Penasaran sama Film keluarga yang keren ini?

Penayangan perdana di seluruh bioskop di Indonesia tanggal 13 Oktober 2016.

So, tunggu apalagi?
Ajak keluargamu untuk menonton film ini ya.
Psst.. jangan lupa siapin tissu yang banyak :p

Trailer Film Wonderful Life






1 comment on "Film Review: WONDERFUL LIFE - Karena semua anak terlahir sempurna"
  1. Banyak pelajaran yang didapat dari film ini terutama untuk orang tua.

    ReplyDelete

Mohon maaf komentar di moderasi ya, biar gak ada yang nyampah ^^