Image Slider

Pentingnya Jaminan Perlindungan Kesehatan untuk si Buah Hati

|
Sunday, October 25, 2015
| 22 Comments

Di postingan kali ini, saya ingin berbagi pengalaman saya Beberapa waktu yang lalu. Tepatnya tanggal 28 September 2015 kemarin, Hana - chan mendadak dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) di salah satu rumah sakit terdekat di kota saya, Depok. Dokter mendiagnosis Hana - chan saat itu sudah banyak kehilangan cairan tubuh dikarenakan fungsi cerna-nya terganggu dan harus segera mendapatkan perawatan intensif. 

Memang sebelumnya Hana - chan mengalami demam tinggi disertai muntah dan juga diare. Saya fikir hal tersebut biasa, namun setelah tiga hari keadaan tak kunjung baik saya pun mulai panik dan akhirnya Hana - chan saya larikan ke rumah sakit. Sebagai seorang ibu baru, saya sangat shock mendengar hasil diagnosis yang dokter berikan. Jujur saja selama ini kalau Hana - chan sakit paling sakitnya hanya batuk dan pilek saja dan itu juga masih bisa kehitung jari. Maklum saya orangnya sangat teliti mengenai asupan makanan Hana - chan sehari - hari. Jadi, ketika dokter mengatakan bahwa Hana - chan terkena infeksi saluran cerna dan itu masih dalam tahap dugaan saja belum tindak lanjut, saya jadi merasa belum bisa memberikan yang terbaik untuk anak saya. Oh, katakanlah saya lebay atau apapun itu sebutannya. 

Status facebook pribadi saya
Keadaannya waktu itu, saya membawa Hana - chan masuk ruang Unit Gawat Darurat (UGD) hari senin (28/09) sekitar jam enam sore. Setelah dokter memberikan penengasan bahwa Hana - chan harus segera melakukan perawatan intensif, maka saya pun mau tidak mau wajib setuju. Karena kondisi Hana - chan yang memang sudah sangat tidak memungkinkan lagi untuk melakukan rawat jalan. Namun, sebelum itu seperti kondisi rumah sakit pada umum-nya, saya harus mengurus beberapa biaya administrasi terlebih dahulu.