Pentingnya Sinopsis Pada Sebuah karya Bagian Ke-satu

|
Friday, July 10, 2015
| 5 Comments


Well, sebenarnya saya gak terlalu ngerti banget tentang yang namanya sinopsis. Iseng - iseng kemaren buka timeline Facebook saya sambil bobok-in Hana. Eh, ada salah satu penulis yang kebetulan temenen sama saya mau nge-share a.k.a berbagi ilmu gratisan tentang pentingnya menulis Sinopsis dalam sebuah naskah buku dan skenario Film. Kebetulan banget saya lagi mencoba menulis sebuah naskah non fiksi yang masih mandek penulisannya karena masih belom bisa mengatur waktu. *alasan* 


Kenal Wenda Koiman?

Googling aja.. ehehehe.. engga - engga.. ini saya kasih tau ya sebelumnya siapa Wenda Koiman itu. Beliau adalah seorang Penulis berbakat asal Lampung, kelahiran tahun 1984 dan sudah banyak menelurkan banyak buku. Bahkan salah satu novelnya telah dijadikan film layar lebar, yang berjudul Mengejar Malam Pertama yang di bintangi oleh Acha Septriasa dan Ananda Omesh.  

Selain menjadi Penulis Novel, ternyata beliau juga menulis skenario untuk film FTV loh. Bukunya  yang terkenal selain Mengejar Malam Pertama adalah Curhatan Hati sang SPG, Ajari Aku mendapatkan Mantanmu, dan Pre-Wedding Test. Hebatnya lagi, untuk menjadi se-tenar seperti sekarang ternyata dulunya Mas Wenda ini hanya bermodal nekat gak punya kenalan atau relasi ke penerbit sama sekali. Benar - benar butuh perjuangan banget dehh... kerennn~~...




Okey, balik lagi ya. Saat saya "stalk" akun-nya Wenda Koiman, dia itu Friendly abiss dan mau berbagi ilmu gratis. Nah, salah satu ilmu gratisannya akan saya share di postingan ini ya.

Ceritanya kemarin malam saya mendapat kiriman email dari Wenda Koiman, beliau melampirkan sebuah tulisannya yang berjudul Sinopsis: Penentu Nasib Sebuah Karya. Awalnya saya berfikir kok lebay amat ya. Wkwkkw.. Rupanya ketika saya baca, ternyata berat juga bahasannya. Hemm... mari saya cerna dengan bahasa saya sendiri ya, biar yang gak tau jadi tau dan gak pusing kalau suatu hari atau suatu saat nanti kamu ataupun saya harus berhadapan dengan para editor.

Dalam tulisan yang dibagikan kepada saya, mas Wenda memberitahukan bahwa artikelnya itu mewakili dua sisi yang sangat berhubungan dengan sinopsis. Rupanya beliau itu melakukan riset kepada master - master di bidangnya.  Seperti ada empat orang yang bersedia di "todong" ilmunya oleh Wenda Koiman. Keempat orang tersebut adalah Mas Radindra Rahman - editor Wahyu Qolbu, Mas Gari Rakai Sambu - editor Media pressindo, dan Mas Adham T. Fusama - Bentang Pustaka.  Tidak hanya itu mas Wenda ini juga "menodong" ilmu kepada para penulis sekenario juga. Sebut saja Mbak Achi TM, seorang penulis sekenario sekaligus ibu guru di Rumah Pena sekaligus rekan sejawatnya mas Wenda di Starvision, kemudian ada Mbak Fitria Pratnasari, seorang penulis skenario yang banyak melahirkan karya untuk Trans TV. dan terakhir Mas Dimas Djayadinekat, yang sukses dengan segala kenekatan cerdasnya, penulis dan tim kreatif Parodi Trotoar TVRI yang sangat menghibur.



Sinopsis itu...?
Buat saya yang masih awam tentang penulisan sinopsis, mengartikan sinopsis itu adalah sebuah ringkasan cerita atau seperti review pada umumnya yang terdapat pada sebuah buku atau film. Ternyata artinya tidak se-simple seperti yang selama ini saya bayangkan. Lebih dalam artian Sinopsis adalah sebuah ringkasan cerita yang akan kita jabarkan lewat halaman tebal dalam sebuah naskah novel atau skenario secara lengkap. Sinopsis adalah First Impression. kesan pertama/awal, dan wakil dari keseluruhan cerita yang kita tawarkan sebagai seorang penulis kepada editor. Ibaratnya "jiwa" kita lah ya. Nah, yang namanya editor kan tidak hanya menghadapi satu atau dua naskah saja. Kerja menjadi seorang editor itu cukup melelahkan, menghadapi ratusan bahkan  ribuan tumpukan naskah setiap harinya. Apa iya mereka mau membaca pengajuan novel kita secara keseluruhan tanpa membuat sinopsis terlebih dahulu? Aje gilee... bisa salto - khayang - jungkir balik - guling - guling kali ya. Maka dari itu peran Sinopsis di sini sangat penting, baik untuk sang penulis maupun editornya.


Mengapa sinopsis itu penting?
Pentinglah, terutama nih guna menarik perhatian editor/redaksi terkait. Jadi sebenernya artian sinopsis di sini adalah bukan pengertian sinopsis untuk pembaca tapi sinopsis yang akan diajukan kepada editor dan nantinya diterima atau tidak naskah kita, ya tergantung pada sinopsis yang kita bikin.

Banyak editor yang "ogah" baca naskah yang tidak ada sinopsisnya. Ya iyalah mana mau dibaca kalau naskah novel atau non fiksi - nya setebel bukunya Harry Potter atau MUSASHI. Apalagi gak pake spoiler dan gak cuma satu ada ribuan naskah. So, mau sebagus apapun itu, MALES BANGET. kecuali editornya ini memang sudah tertarik di awal. Memangnya kita tau kalau editornya tertarik? engga kaann. jadi PENTING ya PENTING BANGET SINOPSIS itu. catetttt...!


Bagaimana kunci sukses sebuah Sinopsis?
Udah menyerahkan naskah plus sinopsisnya tapi teteup di lewatkan begitu saja oleh sang editor? haiyaahh.. coba yuk ceki ceki dulu sinopsisnya udah bener belom. Ternyata membuat sinopsis juga gak boleh asal. Seperti menulis berita harus ada format 5W + 1 H *berlaku juga sih buat blogger*. Kalau di sinopsis kudu ada beberapa poin penting di dalamnya.

Masukan Hal Penting di bawah ini ke dalam Sinopsis yang kamu buat:
  1. Informatif,  ringkaslah novel kamu itu sedemikian rupa namun detail dari awal sampai akhir cerita.
  2. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Bukan bahasa lebay, alay apalagi bahasa planet Namet yak ^^
  3. Masukkan hal yang memang dirasa penting dalam sinopsismu, tidak bertele - tele namun padat. Jangan membuat puisi. GAK NYAMBUNG!
  4. Alur yang ditulis dalam sinopsis haruslah jelas. Opening, pengenalan masalah, konfilk, hingga penyelesaian (ending). 
  5. Ingat Sinopsis untuk editor beda dengan sinopsis untuk pembaca atau biasa di sebut blurb (Cuplikan Cerita di cover belakang novel). Sinopsis untuk pembaca kan biasanya di akhir suka menggantung. DON'T DO THAT dengan sinopsis yang akan kamu kirim ke editor ya. Bisa - bisa editor langsung menelantarkan naskah kamu dipojokkan dan tak dijamah lagi.
  6. Berikan kelebihan tambahan dalam sinopsis kamu, bisa berupa karakternya yang kuat, setting-nya yang bagus, topiknya yang menarik ataupun punya twist ending yang tak terduga. Yah, intinya tulis aja semua kelebihannya tapi gak boleh lebay.
  7. kalau perlu sekalian aja minta endorse dari penulis - penulis terkenal seperti Wenda Koiman atau sastrawan - sastrawan, sehingga editor dan penerbit juga tau kalau naskah kamu mempunyai potensi untuk disukai dan terjual dengan baik.


Udah tau hal pentingnya kan? nah tulisan dibawah ini adalah HAL yang TERLARANG untuk membuat sebuah sinopsis:
  1. Jangan memajang foto (foto apapun) apalagi foto narsis diri sendiri di dalam sinopsis. Emangnya bikin CV?
  2. Seperti yang udah saya tulis di atas. JANGAN BERPUISI RIA. ternyata banyak editor menemukan sinopsis yang isinya gak nyambung sama naskah novelnya terlebih malah membuat puisi - puisi khayalan tingkat tinggi.
  3. Menyembunyikan ending. fatal sobs, ending itu penting banget di baca oleh editor. Lah kalau editornya pas baca sinopsis kamu terus ending-nya ada tulisan: "Bagaimanakah nasib Larasati? Akankah Larasati menemukan cinta pertamanya?" BEUHHH... kalau kamu ada di situ langsung di toyor - toyor sama editornya kemudian editornya bakalan bilang "MANE GUE TAUUU... KAN ELU YANG BIKIN CERITA, KENAPA MALAH ELU YANG NANYA KE GUE? EMANG GUE TAU JAWABANNYA? LU PIKIR AJA SENDIRI!!"  dengan alis naik dan mata melotot. Memangnya sinopsis untuk pembaca?
  4. Memberikan Informasi kurang lengkap, sebenernya nulis sinopsis itu gak harus panjang lebar kok. Cukup memberikan informasi secara lengkap dan informasi tersebut memang berasal dari naskah novelnya. Intinya mah cukup: Siapa karakter utamanya, tujuan utama si karakternya, rintangan utama, dan bagaimana endingnya. That's it!
  5. Jangan sekali - sekali menuliskan endorse tapi rekayasa. Misalnya di dalam sinopsis kamu ada testimoni dari Wenda Koiman tentang naskah yang kamu buat itu menarik. Padahal itu hanya rekayasa tulisan kamu saja. Ihh.. masa baru awal - awal udah nipu - nipu malu ah. Nanti gak bakalan langgeng loh, percaya deh.
Gimana? udah pusing? wkwkwkkw... selow - selow. Awal saya baca artikel yang dikirim sama mas Wenda Koiman juga mendadak otak menjadi 'dodol'. Makanya saya cerna dengan gaya tulisan saya ya. Maklum masih belom jadi penulis dan masih buta juga sama hal - hal kaya gini. 

Eitts... tulisannya belom selesai loh, bakalan ada bagian ke-dua-nya. Pada bagian kedua nanti saya akan menuliskan tentang tips n trik sinopsis pada skenario film.

Penasaran?
yuukkk blogwalking terusss...>.<





Soure:
Wenda Koiman - Sinopsis: Penentu Nasib Sebuah karya
Semua koleksi foto yang ada di postingan ini diambil dari akun Facebooknya Wenda Koiman



5 comments on "Pentingnya Sinopsis Pada Sebuah karya Bagian Ke-satu"
  1. Beda ya sinopsis untuk pembaca sama editor *nyengir

    ReplyDelete
  2. Kalau beli buku aku selali baca sinopsisnay dulu buat menentukan jadi aku beli atau gak

    ReplyDelete
  3. pernah baca buku Wenda yang mengejar malam pertama. Itu lucu hehhee

    ReplyDelete
  4. Naskah yang diberi sinopsis yang baik akan lebih menarik hati sang editor sehingga semoga naskah kita lebih mudah untuk diterima ya, Mbak :)

    ReplyDelete
  5. Betul banget, aku malah kesulitan mengeksekusi naskah cerita (apalagi bikin novel) kalau tanpa sinopsis. Begitu juga saat menawarkan naskahku ke editor, tentu sinopsis harus dibuat se-eye catching mungkin. :)

    ReplyDelete

Mohon maaf komentar di moderasi ya, biar gak ada yang nyampah ^^