its called 2nd Family - Lucretia

|
Saturday, February 14, 2015
| 28 Comments
Beberapa orang sempat bertanya:

"kok namanya aneh banget sih mbak, ruffie lucretia gitu, emang mbak turunan orang jepang apa?"
" hehehe.. engga kok, saya asli indonesia, hanya saja nama Ruffie itu brand saya di komunitas jepang dan Lucretia adalah keluarga kedua saya" jawabku

mungkin sebagian orang juga berfikir saya alay, tidak menggunakan nama asli padahal udah emak ber-anak satu. awalnya saya sempat gonta ganti nama di sosial media: FB terutama, tapi balik lagi ke Ruffie. habisnya rata - rata teman dunia maya saya lebih kenal saya dengan nama ruffie bukan nama asli. sedih sih, tapi yah gak apa - apa deh.

kalau nama Ruffie sendiri itu terkenal *ciee* sejak saya memulai debut cosplay pada awal tahun 2004 di acara Gelar Jepang yang diselenggarakan oleh HIMAJA UI dan kebetulan saat itu yang cosplay masih bisa kehitung sama jari deh. beruntungnya lagi saya menjadi juara pertama. dari situlah awal mula nama Ruffie.

Seiring dengan bergantinya tahun dan saya memiliki banyak hobi diwaktu yang bersamaan, saya bertemu dengan banyak orang di kehidupan saya. Tahun 2009 tahun yang menurut saya paling madesu (masa depan suram). di tahun itulah saya merasa menjadi manusia paling hancur. yah, seperti postingan saya sebelumnya. karena depresi akhirnya saya melarikan diri ke dunia game online. saya baru menyadari bahwa kecanduan game online itu sama parahnya dengan kecanduan narkoba. heii.. its seriouss!

karena saat itu saya dalam status recovery buat penyakit saya ini, saya tidak bisa beraktivitas banyak. tidak ke kampus juga tidak mengikuti les apapun. alhasil saya dikenalkan oleh seorang teman tepat-nya adik mungkin karena usia-nya terpaut cukup jauh dengan saya, dunia game online. dunia yang menurut saya dulunya asing banget dan berfikir ngapain sih orang rela - relain begadang demi main sebuah atau beberapa game online.

saya dikenalkan dengan salah satu game online yang sedang populer kala itu, sebut saja game ayogoyang *brand disamarkan*. game joged - joged gak jelas itu ternyata menarik minat banyak orang terutama buat para abege yang asik bermain di dalamnya. ada apa sih?


isi game tersebut gak jauh berbeda dari game online sejenisnya. Joged - joged dalam satu room - kenalan - pedekate sama cowok atau cewek bahkan hode*. pacaran bohongan (?) bahkan sampai ke jenjang pernikahan ada love party-nya juga loh disana. inti dari game tersebut adalah semacam mak comblang menurut saya. tapi karena itu bentuknya dunia maya, maka banyak tipu menipu, melakukan penjualan wanita terselubung juga ada loh. bahkan tak banyak pula pasangan dari dunia real rela putus buat jadian sama pacar di dunia game-nya. termasuk saya karena alasan yang paling gak masuk akal sedunia 

SUARANYA UNYUU BANGET PAS DI TELEPON ~ 


gawatnya juga ada beberapa cewek yang rela ketemu pasangan game online-nya dan rela memberikan virgin-nya kepada si cowok itu. rusak? bangett!!

Sayangnya orangtua juga sepertinya gak tahu tuh apa yang anak - anak ini lakukan bila berhadapan di dunia maya. sama seperti orangtua saya yang gak peduli anaknya ngapain aja yang penting anteng gak keluar rumah dan aman tanpa perlu merepotkan orang karena saya doyan pingsan di sembarang tempat.

Saya sering berbohong kepada orang tua saya, seperti saya beralasan mau ketemu temen dari pagi terus pulangnya malem atau mau pergi kesana kesitu dan nodong ongkos yang gak sedikit nominalnya bahkan ada alasan yang gak masuk akal dan ujung - ujungnya minta orangtua memberikan saya ijin untuk menginap diluar padahal mah aslinya dokem di warnet deket rumah, ambil paket pagi terus lanjut paket siang sampe malem kadang pulang besok paginya dengan tampang lusuh karena abis begadang semaleman maen game online dan disertai semerbak bau badan yang gak wangi. hahahaha... suram banget kannn...

Sejak mengenal game online saya lebih suka ber-interaksi dengan teman - teman dunia maya saya. karena menurut saya mereka yang saat itu paling mengerti kesusahan saya. iya, saya curhat kepada mereka mengenai penyakit saya kemudian kondisi keluarga saya seperti apa. mereka mendukung saya, support saya. walaupun hanya berbentuk sebuah ketikan dan kata - kata semata.

Sampai suatu waktu, saya dan beberapa orang teman di warnet membentuk keluarga kedua.

its called ~ Lucretia Family

Lucretia famz adalah sebuah keluarga kedua bagi kami pencandu game online yang sehari - hari-nya hanya menghabiskan waktu di warnet, makan minum di warnet dan segala aktivitas yang kami lakukan di warnet. kecuali tidur malam tentunya. itu-pun kalau gak ada yang ambil paket malem.

Lucretia terbentuk karena kami merasakan hal yang sama. ada beberapa alasan kami lebih banyak menghabiskan waktu di warnet dan bermain game online daripada di rumah ataupun ber-interaksi dengan orang luar. kalau saya sudah tentu karena pelarian atas penyakit saya dan beberapa orang yang katanya 'teman' malah mengucilkan kondisi saya. sebagian lagi karena kedua orangtuanya bekerja dan orangtuanya hanya memberikan mereka materi saja tanpa peduli mereka di sekolah bagaimana, prestasinya seperti apa. lain hal dengan kasus teman - teman saya yang lain; ada yang keluarganya broken home, ada yang emak-nya gak bener sampai dia pun ikut dikucilkan di lingkungnya padahal anaknya gak salah apa - apa. alhasil melarikan diri ke game online juga. kami semua memiliki kesamaan.

DI ACUHKAN, BEING IGNORED. 

Yah, beberapa dari kami atau bahkan sebagian besar dari kami memang pencundang. tidak terima perlakuan dari lingkungan sekitar kemudian melarikan dalam dunia game online yang bisa bebas se-bebas - bebasnya mau apa aja tanpa ada aturan.

Di dalam game online kami bisa ber- kata kasar (word abuse), bisa mengandung SARA, kata - kata porno dan lain sebagainya. di game online mem-bully adalah wajar. tidak wajar bila yang di bully tiba - tiba hadir di headline koran lampu merah dan diberitakan gantung diri karena di bully di dunia maya tepatnya game online.

Hanya di game online, saya rela kabur dari rumah dan nge-bolang beberapa hari di kota orang tanpa membawa uang sepeser-pun.

Hanya di game online juga, seorang Game Master atau orang yang bertanggung jawab dalam game tersebut bisa sangat tidak dihargai bahkan di caci maki serta di sumpah serapah sama orang - orang gak jelas juga. karena di dalam game online tidak ada aturan yang pasti bila seseorang melakukan bully bisa dikenakan sanksi ataupun masuk penjara. karena memang belum ada undang - undang yang spesifik membahas hal tersebut. UU ITE? ahh lewattt.

Maka sebagian dari kami sering melakukan pelampiasan di dunia tersebut. bahkan ada yang kepribadiannya jadi terbalik. misal di dunia nyata mereka seperti seorang baik - baik saja dan terpelajar begitu login di dunia game online mereka menjadi buas dan liar kata - kata yang mereka ketikkan.

tapi dengan segala ke-liar-an mereka, tak banyak pula yang membentuk keluarga kedua seperti kami diluaran sana dengan alasan yang sama pula. kami bersatu untuk membentuk keluarga kedua yang nyaman.

Di keluarga kedua inilah saya merasa hidup dan dihargai. merasa dibutuhkan sebagai seorang 'kakak'. selalu di dengar setiap perkataan yang saya lontarkan kepada mereka, baik itu candaan maupun curhatan sekalipun.

kami memang terlihat liar, bahkan agak konyol. gimana gak konyol kadang kami suka meributkan hal yang menurut orang awan itu gak penting. misalnya, ada cekcok di dunia game online terus di bawa ke real dan jadilah berantem beneran sampai ada yang bawa golok segala buat datengin ke warnet kami ataupun janjian ketemuan dimana terus bawa pasukan masing - masing. udah kaya geng berandalan aja tapi meributkan hal yang gak penting sih sebenernya.

makanya sampai sekarang saya masih menggunakan nama Lucretia setelah nama Ruffie diawal. karena keluarga kedua saya ini sangat berarti bagi saya. walaupun sekarang mereka sudah gak kaya dulu lagi. ada yang sudah sukses, ada yang tobat dan melanjutkan kuliahnya dengan serius, ada yang kerja buat biayain orangtuanya, ada yang nikah terus berbisnis di game online (saya), ada yang bekerja dengan suami saya saat ini. seneng deh lihat mereka maju selangkah kedepan. kami berhasil keluar dari masa kelam kami. tahun - tahun kemarin adalah pelajaran berharga bagi kami. bagi lingkungan kami.

semoga orangtua yang lagi baca ini dan kebetulan anak - anak nya sedang ketagihan game online tolong segera diawasi. karena yang anak - anak butuhkan hanya kasih sayang dan pengertian dari kedua orangtuanya.sekali lagi bukan MATERI. jangan seperti saya ya, jadi berandalan di dunia maya.





note:
* Hode : panggilan untuk karakter cewek tapi yang memainkan karakter tersebut di real adalah cowok.


28 comments on "its called 2nd Family - Lucretia "
  1. Bisa menjadi renungan ya mba, pelajaran hidup yang berharga

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak.. makasih ya mak semoga gak ada orangtua lagi yang mengacuhkan anak-nya pas maen game online

      Delete
  2. Inspirasinya dalem.....dari Lucretia family, bisa belajar apa itu arti kebersamaan dan perhatian yang benar2 dibutuhkan anak :D
    Kecanggihan mainan anak dan perangkatnya walau berhasil membuatnya anteng, jangan sampai menjauhkan hubungan emosional ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe... makasih banyak mak.
      iya sebenernya yang anak - anak butuhkan emang bukan berupa uang aja, tapi kasih sayang yang total dan hubungan emosional yang kuat.

      Delete
  3. Waaah baca ini baru tau ya ada yang kecanduan game online. Ini malah mengalami sendiri. Bisa menjadi pelajaran berharga ya buat semua. Salam kenal mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. jaman sekarang yang semuanya serba dimudahkan oleh teknologi bagaikan dua mata pisau. game online salah satunya. kecanduannya itu bener - bener deh saya aja sampai lupa sama dunia real saya. karena sangking pengennya melarikan diri.

      Delete
  4. Ini postingan keren deh. Mengangkat sisi lain dunia gamers. Suka mbak. Btw salam kenal ya!^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih makk.. iya saya bener - bener kejebak di gameonline nih tahun tahun kemarin, tapi begitu sadar saya langsung memanfaatkan dunia game online itu sendiri dengan memulai bisnis di sana.

      salam kenal juga makk XD

      Delete
  5. salam kenal mak..wah tulisan ini jd bkin saya tahu kenapa beberapa org bs jadi game mania, apa yg hrus diwaspadai orang tua,dll.

    terimakasih sudah berbagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga mak, sama - sama semoga bermanfaat ya makk ^^

      Delete
  6. Makasih sharingnya, Mak. Salam kenal.

    ReplyDelete
  7. Jadiiii nama aslinya siapa mak?
    #Kepo
    #SalahFokus

    ReplyDelete
    Replies
    1. wekekkeke.. namaku ruli nurlita mak.. hohoho...

      Delete
  8. Semoga makin banyak orangtua yang baca tulisan Mbak ini. Supaya tidak makin banyak anak yang tersesat karena tidak mendapat perhatian, tidak punya tempat mengadukan masalahnya .... terima kasih, Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aminnn.... semoga makin banyak orangtua yang concern sama masalah anaknya.

      Delete
  9. Saya juga gamer yang tobat mba. Game komputer sih tapi ya kalau udah main suka gak ingat waktu. Walaupun masih ingat makan, minum, kuliah selesai tepat waktu. Minus mata aja yang bertambah drastis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sama dong kita mak.. emang bikin mata tambah minus *__*

      Delete
  10. saya juga dulu suka main game online, tapi saya cuma main game yg di fb. itu juga cuma yg gratis, gak sampe beli2 voucher gitu..hehe

    share pengalamannya menarik nih mbak, semoga aja para orangtua yang baca bisa lebih aware sama anak2nya..
    dan semoga bisa menginspirasi orang2 yang merasa terabaikan, biar gak merasa kaya gitu lagi :))

    kalo orang bilang, game buat ibat stres, tapi kalo buat saya, game lama2 bikin saya stres sendiri hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wehehehe.... awalnya saya juga gitu, tapi namanya game online pasti jadinya nagih.
      amin - amin semoga orangtua makin aware sama anak mereka.

      hihi.. beruntung mak tambah stress jadi gak nyandu

      Delete
  11. Mbaak.. Aku seneng banget tiap ketemu yg cosplay di GJ UI... Sekarang masih seeing cosplay gaak? :D *salahfokus*

    Btw, bener ya yg anak2 butuh itu ya perhatian penuh dari kita, ortunya, bukan cuma materi semata.

    Eh iya, boleh koreksi sedikit? Yg betul itu "being ignored" kan ya? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah ber hijab jadi udah gak cosu - cosu lagi.. wekekekke..

      iyappp..sebagai seorang anak pasti yang pertama adalah perhatian dan kasih sayang dari kedua orangtuanya.

      ahahaha.. makasih mak udah dikoreksi. udah dibenerin sekarang. wekekke

      Delete
  12. Membaca kisah mbak Ruffie, aku kayak membaca kisahku sendiri..hehe
    Aku kecanduan game online dr tahun 2005-2008 (2009)
    pernah punya pacar dr game online. Dan bener..soal kata2 kasar. pecandu game ini kayak punya kepribadian ganda hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahh... mantan gamer juga makk. emang bener, di gameonline kita bisa jadi siapa saja. wekekke

      Delete
  13. Wah, salut dengan pengalamannya. Luar biassa. hehhe

    ReplyDelete

Mohon maaf komentar di moderasi ya, biar gak ada yang nyampah ^^