Review: Nge - dadak Hangout di JungleFest, Bogor Nirwana

|
Friday, September 12, 2014
| 3 Comments
" Papi, kan sekarang udah ada ART yang bantuin nih,yahh.. walaupun gak nginep cuman PP aja. aku mumet nih.. jalan - jalan yukk"

Ajakku hari minggu pagi kemarin sehabis arisan emak - emak di komplek. awalnya suamiku tak mau menuruti keinginanku itu, disamping baru pulang dari bandung karena ada kerjaan sampingan. selain itu, doi juga kelihatan nampak kelelahan sekali. tapi dasar aku-nya saja yang dodolipet, malah merengek minta pergi dengan alasan dapet tiket gretongan masuk JungleFest. mau gak mau suamiku meng - iya kan ajakanku tersebut.

kita baru keluar rumah jam setengah dua siang. siang banget yak, lah wong emang gak gitu niat buat pergi keluar. Dengan setengah hati, suamiku  bersiap - siap dan segera menyalakan mesin mobil sedangkan aku masih sibuk urus ini itu dengan bawaan orang udah kaya mau nginep tiga hari gak pulang - pulang.

" MAMI.. jadi gak sih? lama banget didalem, kasian nih hana"
seru suamiku yang sudah ada didalam mobil sedari tadi. namanya aku yak, orang rempong sekeluarga, pastilah masih riweh didalem rumah. entah ada yang ketinggalan lah, balik lagi kedalem padahal pintu rumah uda dikunci atau tiba - tiba saja pingin BAK. ish.. sumpeh lohh.. aku tuh dodolipet banget orangnya.

" BENTAR DONG PAPIII... aku kan lagi packing - packing, nanti makanan Hana ketinggalan lagi, repot donggg..."

teriakku dari dalam rumah. hihihi... bukan maksud gak menghormati suami karena teriak - teriak. tapi memang udah gaya bicaraku yang memang seperti itu dari sebelum kami nikah. masa iya aku ada darah batak? gak tau juga sih, secara ya, pernah operasi kepala dan membutuhkan darah. hehehe.

Setelah semuanya beres dan kroscek tidak ada barang yang tertinggal barulah kami berangkat. kami pergi ke Bogor melalui  tol, disamping lebih efisien waktunya dan kurasa saat itu tidak macet. tapi, ternyata ada kejadian yang tak terduga.

karena dari awal niatnya sudah setengah hati untuk pergi ke JungleFest. akhirnya dengan insting sok tau  kami berdua, malah kita ambil jalan yang kearah JungleLand sentul. sebelumnya kami memang lihat dulu ke wikimapia untuk mengetahui letak JungleFest dimana dan ternyata aku salah baca, yang harusnya Bogor Nirwana, aku malah bilang ke suami Sentul Nirwana. hihihi.. dodolipet banget kaann.



Dengan insting sok tau itulah, kami malah tersasar ke JungleLand sentul. sesampainya disana kami bertanya kepada petugas parkir, dan darisitulah baru ngeh kalau kami salah arah. terpaksa balik lagi ke arah tol Bogor. didalam perjalanan menuju JungleFest, kami berdua saling menyalahkan. biasa, lagu lama kami, kalau kesasar. harusnya begini begitu harusnya kesana, then bla.. blaa... tapi gak sampai perang dunia ketujuh sihh.
keluar dari tol Bogor, kami meyakinkan hati terlebih dahulu dengan cara membuka google map dari gadget kami dan memastikan bahwa perjalanan kami tidak salah arah lagi. yakin sudah berada di jalan yang benar. kami pun melanjutkan perjalanan kami.


Sumber disini

Oia, JungleFest atau Jungle Festival adalah tempat wisata di kawasan Bogor Nirwana Residence yang mempunyai konsep tempat Hangout bareng keluarga. karena temanya Hangout maka JungleFest ini lebih nikmat dikunjungi saat sore menjelang malam karena lampu – lampunya yang eksotik nan indah, disamping menyajikan live music yang bisa kamu pantengin tiap malem sambil nongkrong bareng temen atau sodara atau siapapun yang ingin kamu ajak. Jadi, kalau mau menuju kesana begitu kalian keluar tol Baranangsiang belok ke kiri ke arah Tajur lebih tepatnya melewati jalan pajajaran. Nah, pas kalian menemukan pertigaan tinggal belok ke kanan ambil jalan yang ke arah jalan lawang gintung terus sampai ke arah batu tulis dan masuk ke jalan Dreded yang letaknya ada disebelah kiri jalan berikutnya tinggal ikuti petunjuk yang ada. JungleFest ini rupanya masih sodaraan sama The Jungle dan JungleLand buatannya si Paman Teddy Bear (Bakrie) entah apa yang melatarbelakangi si Paman Teddy Bear ini memberikan nama ketiganya dengan Berbau Jungle. Mungkin lain kali diwebsite resmi ketiganya ada history tentang dibalik nama “JUNGLE” yang mereka bikin. Hihihi.. #apasih gak penting


Setibanya di tempat tujuan, JungleFest yang saat itu menujukkan pukul 4 sore. kami langsung menyodorkan tiket gratisan kami di loket pembelian tiket. ohh.. ternyata, tiket gratisan yang kami dapatkan itu hanya untuk free HTM masuk saja tidak termasuk menaiki 8 wahana yang ada di sana seperti Lumino Swing (kicir – kicir), flash tower ( mini hysteria), sparkle bumper (mobil – mobilan), Happy Shine (komidi puter), bright Train (kereta – keretaan), Twilight wheel (bianglala mini), Canoe Rainbow (perahu kano), Spectrum Wheel (bianglala sedang). Yowes deh, berhubung sudah terlanjur sampai, kami mengeluarkan uang sebesar 70 ribu untuk 2 tiket terusan. satu orangnya 35 ribu bisa menaiki 8 wahana sepuasnya tapi tidak termasuk untuk memasuki taman lalu lintas, naik becak mini, ataupun permainan bola air. Bisa juga sih masuk saja tanpa membeli tiket terusan. Tinggal kalau mau naik wahana yang kita pilih bisa bayar ditempat. Harga wahana yang ada di JungleFest persatuannya dimulai dari harga 15 ribu sampai dengan 25 ribuan. Cocok banget untuk orangtua kakek nenek yang pengen nganterin cucunya main tanpa ikutan naik juga. Hehe.




Wahana pertama yang Hana naiki adalah Happy Shine atau Komidi Putar, Hana naik ini bareng papinya. Awalnya Hana terlihat mau nangis karena mungkin dia masih tidak terbiasa naik yang muter – muter. Berhubung kita beli tiket yang terusan juga, jadi gak masalah dong mau naik sampai berapa kali. Hehehe.. alhasil Hana berhasil memberanikan diri setelah 2 kali putaran. Yahh.. walau masih sama bapake di gendong sambil duduk di kuda – kudaannya. Gak apa lah yah, yang penting sudah ada kemajuan.


Setelah Hana puas naik kuda – kudaan, saya memberanikan diri menaiki Lumino Swing atau sebut saja kicir – kicir (kalau gak salah ya ;p). Di dufan saya naik wahana yang satu ini udahannya mau muntah, tak beda juga dengan di JungleLand, saya hampir pingsan karena pusing diputer – puter. Kali ini saya mencoba lagi, saya pikir karena ini bentuknya mini, sok sok gitu deh pake haha hehe.. ketawa gak jelas diawal. Saat wahana ini sudah mulai bergerak mulanya saya biasa saja. Tapi, lama kelamaan pusing gak ketulungan. Mulai dari teriak – teriak gak jelas sampai suara habis dan diam sambil berpegangan. Setelah selesai, saya berjalan sempoyongan.

“ Poo.. kok aku naik itu pusing banget ya, gak kaya kemarin yang di JungleLand. Pusingnya gak kaya gini” 
“mimi.. mimi.. itu kan puterannya kecil, jelaslah kamu pusing. Semakin kecil putarannya semakin bikin pusing. Kalau yang kamu naiki di JungleLand masih mending tapi itu juga terbilang masih bikin pusing juga. Yang gak bikin pusing itu yang daya putarnya lebar dan besar seperti di Dufan” jelas suamiku 
“oooo….”
Setelah aku menaiki wahana mini kicir ini, suamiku tak mau kalah. Doi mencoba mini histeria yang letaknya tidak berjauhan dari komidi putar. Ya jelas gak jauh orang theme park ini tempatnya mini juga. Hihihi..
Setelah mencobanya, kata suamiku gak berasa sama sekali. Lebih pendek dari yang di Trans Studio. Yah si papi ini, kan itu buat bocah jelas gak tinggi – tinggi amat. Setelah itu aku malah ditantang untuk menaiki wahan tersebut, tapi aku langsung ngacir dengan alasan kasian si Hana :p


Tidak jauh dari wahana mini histeria terdapat kandang uncal, duhh.. bahasa indonesiannya apa yah. Kijang atau rusa?. Yah begitu deh. Si Hana demen banget liat hewan – hewan ini berkumpul dekat pagar. Sangking senengnya dia ketawa dan menunjukkan jarinya berkali – kali kearah kawanan rusa tersebut sembari berteriak.

Perjalanan kami belum usai, karena masih banyak wahana yang belum kami naiki. Wahana selanjutnya adalah kereta – keretaan. Kali ini yang mendampingi Hana adalah aku. Aku mendampingi Hana menaiki Kereta – keretaan sampai 2 putaran. Awalnya Hana gak mau turun dari kereta karena sudah keasikan dibawa muter sama si kereta. Tapi gak enak juga, biar dikata sepuasnya tapi karena sepi masa kita naiknya sampai berkali – kali banget sih. Naik yang lain dulu mungkin nanti balik kesini lagi pikirku. Setelah merayu si Hana akhirnya doi mau juga untuk turun dari kereta.


Ternyata jam sudah menujukkan pukul setengah enam sore. Kami terpaksa transit dulu di area Foodcourt yang letaknya tak jauh dari tempat si kereta berada. Untuk masalah Harga, di Foodcourt JungleFest jauh lebih bersahabat dengan kantong kami daripada si Kakaknya (baca: JungleLand). Dan kelebihan lainnya adalah dengan adanya ekstra both makanan serta minuman yang terletak disamping area Foodcourt dengan harga bersaing. hal itu membuat foodcourt di junglefest mendapat nilai plus karena variasi menu makanan dan minumannya lebih beragam dibandingkan themepark lainnya. Karena saat itu sudah sore hari, ternyata banyak makanan yang sudah sold out alias habis, ludes di perut orang – orang yang kelaparan saat siang menjelang. Terpaksa deh kami memesan menu seadaannya saja. Seperti memesan menu nasi goreng dan soto ayam, kemudian tak lupa suami mencicipi menu makanan di salah satu both makanan padang yaitu nasi rendang yang harganya hanya 15 ribu per porsi.

sumber disni

Setelah kami puas mengisi pundi – pundi makanan diperut kami, tak terkecuali Hana. Kami segera melanjutkan ‘petualangan’ kami. Tapi, sepertinya kami harus dibuat kecewa oleh pihak JungleFest. Sebenarnya bukan salah mereka juga sih. Saat kami menyudahi acara makan – makan kami, nampaknya saat itu adzan magrib sudah berkumandang dan pihak junglefest memberitahukan bahwa area bermain mereka ditutup sebentar untuk sholat dan makan karyawannya dan akan dibuka kembali pukul 7 malam.

Terusssss… kita ngapain dong sampai jam 7 malam??

Akhirnya, si papi ke mushola dulu untuk menunaikan sholat wajibnya, sedangkan aku gantian jagain hana. Saat si papi sudah selesai sholatnya, aku pergi ke toilet wanita dekat dengan mushola yang tadi si papi sholat. Pas tiba di dalam toilet itu. Errr… satu kata

KECEWA

Gilee.. kotor banget nih WC nya, mana gak ada petugas kebersihan lagi yang emang kudu bertugas bersihin nih toilet. Ya, mungkin lagi sholat kali. Tapi masa iya sebelumnya gak dirapihin dulu toiletnya.

Tau gak toilet umum yang ada di terminal bis?

Yah, kira – kira kotornya seperti itu. Sampah tisu berserakan dimana – mana, popok bayi juga berserakan di wc-nya, tong sampah yang sudah padat dengan sampah – sampahnya. Lantai yang super duper kotor bak tidak dibersihkan sebulan lamanya.

Haduhhhhhhh… spechless

Mungkin pas pagi sampai siang tadi rame banget nih JungleFest makanya toiletnya seperti toilet jaman perang. Tapi, kemanakah perginya mas – mas ganteng atau mbak – mbak cantik yang bertugas bersihin toilet ini ya?

Oke, sepertinya harus melayangkan surat cinta ke si paman Teddybear *mungkin* yakali aja dibaca sama beliau dan segera memperbaiki kualitas layanannya. Hihihi.. ngarep banget yee minta dibaca.

Melihat kondisi toilet, tidak menyurutkan semangatku untuk berpetualang di area JungleFest. Namun, tiba – tiba saja si papi batuk – batuk. Rupanya doi gak tahan dengan udara malam hari di Bogor dan kebetulan aja saat itu cuacanya memang lagi galau. Gak tau deh awannya galau kenapa mau ujan gak jadi ujan gitu deh, jadi aja galau.

PULANG AJA YUUKKK…

What???

Si papi tiba – tiba melontarkan kata – kata mautnya.

PULAAANGGGG ??

Haduhh.. pi, baru aja kita naik 4 wahana, masih kurang 4 lagi kan kita udah bayar 70ribu untuk 8 wahana yang ada masa mau pulang sekarang sih, tanggung banget.*emak yang gak mau rugi*
Akhirnya dengan perdebatan gak pake seru, memutuskan dengan berat hati dan berat badan *apasih* bahwa kami harus…

PULANGGGGGGGGGGGGG…

Hikhik..

Sedih bukan kepalang. Bayangin aja, kita baru berangkat dari rumah jam setengah dua kemudian ada kejadian sok tau kami berdua yang kesasar ke JungleLand sentul dan makan waktu sejam buat jalan dari JungleLand ke JungleFest yang notabene sampai sini jam 4 sore. Masa udah mau pulang aja? Sedangkan waktu itu masih menunjukkan pukul setengah 7 malam. Dengan berbagai macam alasan yang suamiku buat dan dengan pertimbangan Hana yang sepertinya sudah mau bobok karena emang udah jamnya untuk tidur. Mau gak mau ya terpaksa pulang.

Dadahh… bianglala..


Dadahh… taman lampu..
sumber disni


Dadah taman lalu lintas..


Dadah.. dancing fountain..


Dadahhhh…. T^T


Lain kali kalau mau ke Junglefest lebih baik hari kerja aja dan jam kerja, biar gak tua di jalan.



JungleFest Overview:
Themepark ini memang terkesan lain dari themepark sejenisnya, tak terkecuali kakaknya (JungleLand). karena Themepark ini memiliki konsep tempat Hangout jadi segalanya dibikin santai dan nyaman serta benar – benar untuk keluarga tapi gak menutup kemungkinan buat para Abege atau Abege tua juga yang banyak saya temui saat saya berkunjung kesini.

Yang bikin menarik dari JungleFest adalah dengan adanya taman lampu. Kalau kalian datang kesini saat pagi sampai sore menurut saya rugi banget. Karena JungleFest itu asik dinikmati saat malam menjelang, cahaya lampu yang menyinari Junglefest begitu beragam warna serta bentuknya yang unik. Hal itu yang membuat saya takjub. Apalagi icon lampu jamurnya yang indah sekali untuk dinikmati sendiri atau rame – rame sambil foto selfie juga boleh.

Dan hal menarik lainnya adalah dengan adanya Dancing Fountain dan Live music yang hampir setiap hari ada. Wow.. seru bukan? Bisa menikmati sorotan warna warni lampu nan indah ditemani Dancing Fountai plus live musik. Seruu banget pastinya.




Namun, tidak ada yang sempurna di dunia ini begitupun JungleFest. Karena terletak di kawasan padat penduduk dan masuk ke kawasan perumahan Bogor Nirwana. Akses menuju Junglefest dirasa jauh daripada kalau kita mau berkunjung ke tempat sang kakak (JungleLand). Akses jalan menuju JungleFest juga kurang mulus. Beberapa jalanannya ada yang berlubang. Dan nilai minus lainnya adalah kalau kalian datang saat weekend.

MUACEETTTT,… CETTT…

Macetnya poll. Karena Akses jalannya yang sempit dan tidak bersahabat. Jadi, amat sangat tidak direkomendasikan kalau mau mampir kesini saat weekend. Kecuali sudah memiliki revolusi Mental-nya pak jokowi untuk menghadapi macet. Karena macetnya gak cuman keluar dari Junglefest aja. Kalau saya sendiri menikmati 3 tahapan macet. Hihihi.. jadi deh tua dijalan.


FYI kami keluar dari JungleFest pukul 7 malam dan baru sampai depok jam 10 malam karena terjebak macet di Tol Jagorawi yang menyempatkan kami untuk singgah di rest area dalam waktu yang gak cuman sebentar.




Semoga perjalanan iseng – iseng kami bisa jadi referensi blogwalking yang mau singgah ke Junglefest^^
3 comments on "Review: Nge - dadak Hangout di JungleFest, Bogor Nirwana"
  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. setuju. lebih baik datang menjelang malam. saya juga pulang setelah magrib karena anak2 sudah kelelahan

    ReplyDelete
  3. setuju. lebih baik datang menjelang malam. saya juga pulang setelah magrib karena anak2 sudah kelelahan

    ReplyDelete

Mohon maaf komentar di moderasi ya, biar gak ada yang nyampah ^^