Top Social

FlashBack Persiapan MPASI AWAL Hana - Chan

|
Tuesday, September 16, 2014
| Leave a comment
Horee.. tak terasa ya, bayi unyu – unyu kita sekarang sudah beranjak ‘gede’. Emak baru seperti saya tentunya bingung mengenai MPASI (Makanan Pendamping ASI) apa saja sih yang akan diberikan sesuai dengan awal dia makan?

Banyak perdebatan dikalangan ahli mengenai bubur terlebih dahulu atau buah. Kalau yang saya lakukan beberapa bulan kebelakang saat Hana berumur 6 bulan adalah memulai MPASI Hana – chan dengan memperkenalkan buah terlebih dahulu. Sebenarnya saya juga awalnya masih bingung, soalnya WHO hanya memberikan standar secara garis besar dan tidak rinci bagaimana kita memulainya.

Suatu hari sangking bingungnya saya mencari – cari informasi mengenai MPASI di dunia maya sampai berselancar tujuh hari tujuh malem yang bikin mata berkantong – kantong seperti si panda *lebay* tak kunjung mendapatkan inspirasi juga. Akhirnya, saya keluar rumah dan pergi ke toko buku terdekat dan mendapatkan buku super lengkapnya pak Wied Harry Apriadji tentang Makanan Bayi Sehat Alami.




Kalau kata Pak Wied dalam bukunya Makanan Bayi Sehat Alami, pilih makanan yang mudah dicerna agar sistem cerna bayi belajar secara bertahap mencerna makanan. Pilihannya adalah buah karena buah mengandung karbohidrat sederhana, yakni gula buah, yang bisa langsung diserap oleh tubuh. Keunggulan lainnya, buah dilengkapi enzim pencerna alami sebagaimana ASI sehingga makin mudah dicerna. Oleh karena itu, buah merupakan makanan MP – ASI awal yang paling serasi dengan fungsi organ cerna bayi.

Apa yang terjadi jika kita memberikan bubur beras atau makanan lain yang mengandung karbohidrat kompleks kepada bayi pada masa MPASI awal? Memberikan MPASI awal yang mengandung karbohidrat kompleks akan sangat membebani fungsi organ cerna bayi. Sistem cerna bayi mendadak harus bekerja secara keras membongkar molekul karbohidrat kompleks menjadi karbohidrat sederhana, agar kandungan patinya dapat dimanfaatkan oleh tubuh.


Pada usia 6 bulan, bayi belum mampu mengulum makanan. Setiap makanan yang disuapkan oleh bunda bakalan langsung di telan sama si bayi, Sehingga makanan tidak tercampur dengan enzim amylase yang diproduksi oleh kelenjar ludah di dalam mulut. Akibatnya, makanan masuk ke dalam lambung bayi kemudian masuk ke dalam usus halus tanpa campuran enzim amylase yang cukup. Padahal ya, enzim tersebut sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk mempermudah proses pencernaan karbohidrat. Guna mengantisipasi kondisi ini, pankreas bayi kita segera mengambil peran lebih banyak, menuntaskan pekerjaan yang belum diselesaikan oleh kelenjar ludah dalam mulut sang bayi. Sebelum si karbohidrat kompleks sampai ke usus halus, pankreas menyiramnya dengan enzim amylase agar proses pencernaan karbohidrat dapat berlangsung dengan baik. Hal ini tentu menjadi hal yang kurang baik bagi kerja si pankreas bayi kita, jika bayi kita terus menerus seperti ini maka nantinya anak kita bakalan memiliki resiko lebih tinggi mengalami gangguan fungsi pankreas setelah ia dewasa muda. Di usia 30-an tahun. Dan terbuka juga kemungkinan yang lebih besar si anak akan mengalami kecenderungan kadar gula darah tinggi.

Seperti yang saya alami sekarang ini, karena pengetahuan orangtua saya dahulu yang serba terbatas dalam hal pemberian MPASI. Saat ini saya mempunyai riwayat penyakit pankreastitis kronis dan beberapa komplikasi yang lain.  Saya hanya berharap jangan ada lagi kasus seperti yang saya alami. Menyesal kemudian hari karena orangtua yang tidak paham pemberian MPASI alami.

Usahakan banget yang alami ya jangan yang instan dan kadarnya disesuaikan dengan umur si bayi.






Ulasan ini mengkutip dari buku Super Lengkap Makanan Bayi Sehat Alami karya Wied Harry Apriadji. Ulasan selengkapnya emak – emak bisa membeli buku tersebut di toko buku terdekat. Karena bahasannya yang begitu detail sangat membantu untuk newmom seperti saya. Apabila emak mengalami kesusahan dalam mendapatkan bukunya emak bisa kirim email ke penerbit telemarketing@niagaswadaya.co.id dengan nomor telepon (021) 4204402 atau bisa bertanya langsung kepada sang author di wied_harry@yahoo.com

Jangan lupa sertakan backlink postingan saya ini ya kalau mau mengirim email ke penerbit atau ke authornya langsung. ^^~




Post Comment
Post a Comment

Mohon maaf komentar di moderasi ya, biar gak ada yang nyampah ^^