Kenapa Sih Harus Hijab Syar'i ??

|
Monday, May 5, 2014
| 6 Comments
Bismillaahirrohmaanirrahim..

Akhirnya nulis di blog juga. Sebenarnya tulisan saya kali ini akan berkaitan dengan agama. Agak riskan juga, secara konteks blog saya sebagian besar isinya tentang jalan – jalan, tumbuh kembang anak, dan edukasi tentang ASI. Kok sekarang melencong ke topik agama sih?

Jadi begini ceritanya…
Di salah satu akun socmed saya, saya  tidak sengaja melihat mak novi mudhakhir salah satu anggota KEB, men - share tentang tulisan hijab Fatimahazzahra dari blog detikislam.com, karena menurut saya itu adalah sesuatu yang bermanfaat buat umat, maka saya memutuskan untuk share tulisan itu di akun sosial media saya.  Kemudian ada beberapa teman saya yang mengkomentari hal tersebut. Nah, daripada saya capek – capek tulis komentar di sana bersambung terus. Maka inilah jawaban saya kenapa harus menggunakan Hijab Syar’i :



Afwan, teman saya anton, saya bukan ahli agama, tapi saya akan coba jelaskan menurut al – Quran dan Al – Hadits tentang apa itu syar’i dan menutup aurat dengan benar.

Secara makna syariat, aurat adalah bagian tubuh yang haram dilihat, dan karena itu harus ditutup. Khusus bagi muslimah, auratnya adalah semua bagian tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangannya.

A’isyah r.a meriwayatkan, suatu waktu Asma’binti Abu Bakar datang menemui Rasulullah Saw. Dengan pakaian tipis. Tatkala melihatnya, Rasulullah Saw memalingkan wajahnya dari Asma’, lalu bersabda:

“wahai Asma’! Sesungguhnya wanita apabila sudah balig, tidak boleh dilihat darinya kecuali ini dan ini”
Beliau menunjuk ke muka dan telapak tangan (HR Abu Dawud)

Bagian tubuh yang dimaksud dalam hadis diatas, selain wajah dan telapak tangan adalah aurat yang harus ditutup, karena menatapnya menghasilkan dosa, baik bagi muslimah yang membuka aurat ataupun bagi lelaki yang tidak hak untuk melihat aurat.

Namun, pakaian yang menutup aurat belum tentu boleh dikenakan wanita muslimah saat ia pergi keluar rumah. Kerena untuk keluar rumah, Allah tidak hanya mengharuskan mereka untuk menutup auratnya, tapi juga mengenakan pakaian syar’i untuk menutup auratnya.

Pakaian syar’i inilah yang lebih dikenal dengan Hijab, Hijab memiliki 3 komponen yang harus ada didalam pakaian wanita muslimah:
-          Pakaian rumah ( Al – Tsaub)
-          Kerudung ( khimar)
-          Jilbab


Karena Islam itu sebagai agama yang paling sempurna maka disempurnakanlah seluruh ajarannya, tak terkecuali untuk Hijab ini. Dalam islam yang sangat memuliakan Wanita, maka, dibagilah dua kehidupan untuk wanita muslimah yaitu kehidupan umum (hayatul’am) dan kehidupan khusus (hayatul khas)

Kok repot ya?

Gini..

Kehidupan khusus ini adalah tempat wanita beraktifitas didalamnya bersama para mahramnya. Atau bersama – sama wanita muslimah lainnya. Seperti rumah yang kita tempati ataupun tempat kos yang kita singgahi.


“hai orang orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagi kamu, agar kamu (selalu) ingat (QS An – Nur [24]:27)

Kalau kita sebagai wanita muslimah berada didalam kehidupan khusus, sah – sah aja kok kita memakai pakaian yang terbuka. Asal sesama mahramnya. Karena Allah membolehkan mahram wanita muslimah itu untuk melihat bagian tubuh wanita sampai batas melekat perhiasaannya.


“Dan janganlah menampakkan perhiasaannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra – putra mereka, atau putra – putra suami mereka, atau saudara – saudara laki – laki mereka, atau putra – putra saudara laki – laki mereka, atau perempuan – perempuan islam, atau budak – budak yang mereka miliki, atau pelayan – pelayan laki – laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan terhadap perempuan)” ( QS An – Nur [24]:31)

Perhiasan yang dimaksud menurut para ulama adalah tempat melekatnya perhiasan seperti leher, pergelangan tangan, ataupun pergelangan kaki.

Biasanya pakaian rumah itu sendiri sering disebut al – tsaub. Apabila wanita sudah keluar rumah atau keluar dari kehidupan khususnya maka yang dipakai bukan hanya pakaian al – tsaub saja akan tetapi wajib menggunakan al- tsaub ditambah kerudung atau khimar dan tidak lupa ditambah Jilbab.

Yaleah ribet banget. Apa gak panas tuh?

Eeitts… Allah itu gak akan memerintahkan yang gak penting buat kita terutama wanita muslim. Masalah panas atau engga kan tergantung niat sama keyakinannya.

“katakanlah kepada perempuan yang beriman “hendaklah menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasaannya (auratnya), kecuali yang (biasa) tampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung hingga batas dada” ( QS An – Nur [24]:31)

Jadi, sudah jelas kan? Kerudungnya dipakai sampai sebatas dada. lebih boleh – boleh saja. Kurang? Waduh.. kan udah ada dalilnya sampai SEBATAS DADA. itu kerudung doang loh.

Sebagai penguat nih:

“Rasulullah Saw. Memerintahkan kami untuk keluar pada Hari Raya idul Fitri dan Idul Adha, baik gadis – gadis, wanita yang sedang haid, maupun wanita yang sudah menikah. Mereka yang sedang haid tidak mengikuti shalat, dan hanya mendengarkan kebaikan serta nasihat – nasihat kepada kaum muslimin. “ maka aku (ummu athiyah) berkata, “Ya Rasulullah, ada seseorang dari kami yang tidak memiliki jilbab. Maka Rasulullah Saw. Bersabda. “hendaklah saudaranya meminjamkan jilbab kepadanya” ( HR Al – Bukhari Muslim)


Hadis ini memberikan penjelasan bahwa jilbab adalah pakaian luar, pakaian rangkap yang dipakai seorang muslimah saat keluar rumah. Penegasan Rasulullah Saw. Terhadap jilbab sampai memerintahkan untuk meminjamkan berarti Jilbab = KEWAJIBAN.

Gak hanya di hadist saja, akan tetapi Allah juga menurunkan Firmannya tentang mengenakan Jilbab:


“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri – istrimu, anak – anak perempuanmu, dan istri – istri kaum mukmin, “hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. “Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( QS Al – Ahzab [33]:59)

Masih kurang jelas?
Jadi, bukan asal menutupi. Tapi MENGULURKAN. Kata ulur adalah memanjangkan kalau dalam artian kamus Indonesia. Bukan melilitkan, membelit, selulit ee.. salah ya..  yah seperti trend hijab sekarang ini deh pokoknya.

Seberapa panjang sih Jilbab itu?

“Barang siapa melabuhkan/menghela bajunya karena sombong. Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat nanti. “Ummu Salamah berkata, “Lalu apa yang harus diperbuat wanita dengan ujung – ujung pakaian mereka.” Nabi Saw. Menjawab “Hendaklah mereka mengulurkannya sejengkal.” Ummu Salamah bertanya, “kalau begitu, kaki kaki mereka akan tersingkap?” lalu Nabi Saw. Bersabda “Hendaklah mereka mengulurkannya dan jangan mereka menambah lagi dari itu”(HR Al-Tirmizi)

Dalil ini tegas menyebutkan bahwa jilbab wanita mestilah diulurkan sampai menutupi kedua kaki secara sempurna. Maksudnya, jilbab wanita dipanjangkan sampai melampaui mata kakinya dan menutupi telapak kakinya, agar tidak tersingkap dan menampakkan kaki – kaki muslimah yang juga termasuk aurat.

Karenanya, jilbab harus dipanjangkan hingga menutupi telapak kaki (irkha). Adapun kaus kaki bagi wanita, juga wajib dipakai saat keluar rumah untuk melengkapi jilbabnya, karena itu lebih aman bagi mereka saat melangkah, hingga tidak terlihat kakinya.

“Ahh… Jilbab panjang begitu ribet banget, lebih simple pake hijab sekarang modis dan trendi lagi gak kuno. Kan yang penting menutupi, gak buka – bukaan, gak pake tenktop gak masup angin dehhh….”


“ Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian” ( HR Muslim)

“… wanita – wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang berjalan berlenggak – lenggok guna membuat manusia memandangnya, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium aromannya. Padahal aroma surga bisa dicium dari jarak 500 tahun…” ( HR Imam Malik)



HIJAB bukan perhiasan, Hijab adalah identitas wanita muslimah yang ingin taat kepada Allah S.W.T. hijab bukan menjadi perhiasan baru atau pengganti keindahan.


Karenanya, kerudung bukanlah pengganti keindahan rambut hingga dibentuk menyerupai rambut, bahkan dengan kerudung yang dibentuk segala rupa untuk mendapatkan perhatian yang lebih dari sekedar rambut semata.


Karenannya, Jilbab bukan pengganti kemolekan tubuh, yang ketat, lalu menampakkan lekuk badan. Atau dipakai dengan model – model serta warna – warna yang ditunjukkan untuk mendapatkan perhatian dari lelaki ataupun wanita.

Rasululullah Saw. Juga mengingatkan lelaki dan wanita yang beriman kepada Allah untuk menjauhkan diri dari berpakaian guna mengejar popularitas semata.


“siapa yang mengenakan pakaian popularitas (syuhrah) di dunia, maka Allah akan kenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat.” ( HR Ahmad)


Mengenai Jilbab dipakai disemua agama, coba cek lagi tulisan saya diatas. yang non muslim pakai itu hanya kerudung saja bukan Hijab. kan Agama Islam agama yang sempurna jadi Islam merupakan agama yang telah Allah sempurnakan segala - galanya. yah, termasuk memakai Hijab.
kerudung boleh semua agama yang pakai, tapi hanya Hijab yang sesuai dengan ketentuan Allah S.W.T saja yang hanya terdapat dalam ajaran agama Islam.



Hmm.. selanjutnya saya akan coba menjawab komentar dari teman saya yang ini


Afwan jiddan, bila menurutmu Hijab itu  hanya sebuah simbolik, silahkan simak penjelasan hijab diatas yang telah saya tulis. Karena Hijab Syar’i itu bukan kemauan kita (manusia) tapi karena memang sudah diperintahkan seperti itu. Maka kami sebagai wanita muslimah wajib mengenakan hijab syar’i sesuai Al – Quran dan Al – hadis. Masalah setelah memakainya ada wanita muslimah yang berperilaku tidak mencerminkan hijabnya maka jangan salahkah hijabnya akan tetapi orangnya. Karena balik lagi Hijab itu adalah identitas wanita muslimah yang ingin taat kepada Allah S.W.T.


Mengenai agama islam yang beraliran JIL, menurut saya JIL itu bentuk islam yang menyimpang, kenapa menyimpang?, karena menurut mereka Islam itu adalah agama pembebasan dan kebebasan. Islam menurut mereka bersifat liberal dan tidak hanya terpaku pada Al – Quran dan Al – Hadis. Bahkan mereka cenderung tidak memperhatikan Al – Quran dan Al – hadis justru lebih membantahnya.  Selengkapnya bisa baca blog ini dan ini dan ini.

Kalau kamu sindir agama Islam aliran Syiah, jelas itu salah banget. Karena kefatalan dalam faham mereka adalah adanya Nabi lain lagi setelah Nabi Muhammad Saw, padahal jelas – jelas dalam Islam nabi terakhir turun sampai akhir jaman yah cuman Nabi Muhammad Saw. Bila kurang jelas soal pemahaman Islam Syiah disini.

Mengenai Islam sufi silahkan baca disini dan muhammadiyah disini

jadi, kalau menurut artikel yang ada, JIL, Syiah dan Sufi termasuk golongan islam yang menyimpang. Sedangkan Muhammadiyah itu tidak menyimpang. Sebelum berkomentar harap diteliti kembali masalah agama – agama islam yang menyimpang.





Semoga tulisan saya kali ini tidak menimbulkan kontroversi, karena tulisan yang saya tulis ini bersumber kepada kitab Al – Quran dan Al – hadis. Dan beberapa referensi  yang ada. sekiranya saya juga tidak luput dari kesalahan karena kesempurnaan hanya milik Allah S.W.T. saran dan kritik monggooo...




**
Notice
Berhubung ada permintaan sekaligus tafsir dari para ulama mengenai bentuk Jilbab yang sampai sekarang masih diperdebatkan sedangkan saya di sini bukan sebagai ahli agama ataupun emak - emak ustadjah. jadi akan saya embed dibawah ini video dari Ustadz Felix Siaw pengenai Hijab Wanita.

kenapa ustadz Felix?
karena yang sekarang ini yang sedang memperjuangkan dalam Hijab Syar'i adalah beliau. masing - masing Ustadz punya fokusnya sendiri - sendiri. jadi saya hanya mengambil dari salah satu saja.






source:
http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/sudahkah-syari-hijab-anda.htm
http://www.islampos.com/jilbab-mode-vs-jilbab-syari-82930/
buku Yuk, Berhijab! karya Ustad Felix Siauw 


Image source:
http://hafarahijab.files.wordpress.com/2013/04/jilbab.jpg
http://proyekhati.wordpress.com/2013/05/12/hijab-modern-syari/
@benefiko
http://forum.indowebster.com/archive/index.php/t-454977.html
http://putriejrs.blogspot.com/2011/12/hijab-punuk-unta-kesalahan-besar-dalam.html
6 comments on "Kenapa Sih Harus Hijab Syar'i ??"
  1. Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  2. terima kasih atas artikelnya. sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum ukhty penjelasannya sip, saya juga pake rujukannya ustadz felix dan alhamdulillah berkat beliau juga sy makin srek mengenakan hijab syari.
    Saya hanya ingin menanggapi pernyataannya njenengan tentang Islam adalah agama terakhir, saya sempat lihat video ceramah ustadz Haikal Hassan bahwa sejarah sudah dirubah. Beliau menyatakan bahwa Islam adalah agama pertama dan sblumnya tidak ada agama selain Islam. Monggo selengkapnya silahkan ceki ceki di youtube dengan keyword Sejarah Islam, Yahudi dan Kristen.
    Terima kasiihh :)

    ReplyDelete

Mohon maaf komentar di moderasi ya, biar gak ada yang nyampah ^^