Top Social

Kenapa Harus ASI??

|
Sunday, October 20, 2013
| 1 Comment

Waktu itu saya seperti biasa, sedang membawa hana - chan baby spa treatment rutin di Mommy nd Me Baby SPA deket rumah. Sesampainya disana saya menemui seorang ibu yang sedang melakukan baby treatment juga. Doi mempunyai bayi yang usianya sekitaran sebulan kuranglah. Secara spontan saya bertanya kepada sang ibu: “ibu bayinya di kasi ASI?”, “oh gak mba, ASI saya sedikit” kata ibu itu. 

Shock sih, padahal kalau saya liat secara kasat mata “kayanya” sih subur. tapi entahlah apa yang merasuki pikiran ibu itu untuk menggunakan susu sapi buat anaknya yang notabene anaknya sendiri bukan anak sapi.

Jujur saya kecewa. Kok bisa – bisanya dikasih susu formula. Saya ini pro ASI memang. Saya mempunyai kesimpulan bahwa ibu – ibu yang melahirkan kemudian memberikan anaknya susu formula ada beberapa faktor: kurang updetnya pengetahuan tentang manfaat asi yang segudang, gak pede kasi asi karena “katanya” asi-nya gak da, males nyusuin karena gak bisa lepas atau gak bebas kemana”, dan ribuan alasan untuk tidak menggunakan ASI dan lebih memilih Susu Formula.


Haaa,,, satu kata:

MIRIS

WHY???

Di jaman serba canggih ini kenapa masih ada ibu” yang gak updet informasi mengenai ASI sih? maaf ngeremehin. Karena apapun alesannya menurut saya GAK MASUK AKAL.

Oke.. tarik napas dalem” sebelom emosi. simak beberapa artikel dari pakar yang saya kutip tentang manfaat ASI. Semoga yang males baca mau gak mau harus baca :D

Saya gak akan nulis panjang lebar tentang dasar – dasar ASI, karena Untuk penjelasan ASI secara spesifik bisa di liat di jurnal saya yang ini atau tulisan ini atau disini. Yang saya tulis dibawah ini lebih ke manfaat yang nyata. So, baca baik - baik yah...




Jadi, ASI maupun susu sapi mengandung nutrisi penting bagi pertumbuhan, keunggulan nutrisi setiap jenis susu tersebut ternyata dikhususkan bagi makhluk pemiliknya, bukan untuk makhluk lintas spesies. So, Klaim susu sapi baik untuk bayi dan balita manusia, sebagaimana selama ini gencar diiklankan, perlu disikapi secara kritis.



Protein: dibandingkan dengan ASI, susu sapi lebih kaya protein. Alam memberikan kelebihan ini karena bayi sapi harus segera bisa mandiri setelah dilahirkan, mulai dari berdiri, berjalan, hingga berlari. Sementara, sang induk tidak mungkin merawat bayinya sama lamanya seperti manusia merawat bayinya hingga bisa berjalan sendiri (12 Bulan).

Karena mendapatkan susu yang kaya protein, bayi – bayi sapi tidak akan dijarah oleh pemangsa alaminya, mungkin harimau atau serigala. Kandungan protein yang lebih sedikit pada ASI justru tepat untuk bayi manusia, karena sistem pencernaan bayi masih sangat rentan. Dalam cairan susu sapi terdapat komponen protein berupa beta-laktalbumin, sementara dalam ASI berupa alfa-laktalbumin. Kandungan laktalbumin susu sapi berupa ikatan beta sehingga menjadikan protein susu sapi sulit dicerna oleh sistem pencernaan bayi manusia.


Protein terdiri atas sekumpulan asam amino. Ibarat kalung manik – manik, maka manik – manik protein ini berisi beragam asam amino. Ada asam amino esensial, yakni jenis asam amino yang harus dipasok dari makanan, ada pula asam amino non-esensial, yang bisa dibentuk sendiri oleh tubuh kita dari asam amino lainnya.

Berbeda dari susu sapi, ASI memiliki kandungan asam amino sistein dan taurin yang melimpah agar tubuh bayi dapat langsung menyerapnya. Keduanya tergolong asam amino non-esensial untuk orang dewasa karena dapat dibentuk sendiri oleh tubuh dari asam amino lainnya, yakni metionin. Kemampuan tersebut belum dimiliki oleh bayi sehingga ASI menyediakan asam amino yang bisa langsung diserap oleh bayi.

Sebaliknya, kandungan sistein dan taurin tidak terdapat dalam susu sapi, sehingga susu sapi formula harus diperkaya dengan sistein dan taurin sintetis. Walaupun demikian, penyerapan nutrisi sintetis tidak se-efektif nutrisi alami. Selain itu, nutrisi sintetis diidentifikasi sebagai zat toksin oleh tubuh, sehingga hati dan ginjal bayi perlu bekerja keras mencernanya. Memaksa hati dan ginjal bekerja melebihi kapasitasnya berisiko memunculkan gangguan kesehatan pada usia dewasa muda. Gangguan ini mulai dari hiperkolesterol (kadar tinggi kolesterol darah), hipertrigliserida (kadar tinggi trigliserida darah), hingga hipertensi.

Lemak: hingga usia 3 bulan, enzim lipase dari pancreas bayi dan asam empedu yang diproduksi oleh empedu belum dapat bekerja dengan baik. Padahal enzim lipase dan asam empedu berperan penting dalam proses pencernaan lemak susu. Sementara, hampir separuh kebutuhan energi bayi diambil dari lemak. Namun, syukurlah secara alami ASI dilengkapi enzim lipase, sehingga lemaknya mudah diuraikan dan kemudian diserap oleh tubuh bayi. Sebaliknya susu sapi formula tidak lagi mengandung lipase, karena telah rusak akibat proses pengolahan susu.

Dalam jaringan otak dan syaraf bayi tersimpan berbagai jenis lemak sehat, yakni DHA (docosahezaenoic acid, asam dokosa-heksanoat), LA (linoeic acid, asam linoleat – popular dengan sebutan omega-3), ALA (alpha-linoeic acid, asam alfa linoleat), dan AA (arachidonic acid, asam  arakhidonat). DHA merupakan unsur terpenting untuk menunjang tumbuh kembang jaringan otak bayi dan melindungi fungsi otak, yang berdampak pada tingkat kecerdasan. Dalam jaringan otak bayi yang hanya mendapatkan ASI, ditemukan kadar DHA berjumlah tinggi. Kabar baiknya, makin lama bayi mendapatkan ASI, makin tinggi kadar DHA-nya.

Selain itu, penambahan AA dan DHA kedalam susu sapi formula justru menganggu keseimbangan AA dalam jaringan otot. Karena lemak ASI terbukti membuat kulit bayi lebih lembut, halus, dan kencang. Jika disentuh, kulit bayi akan terasa mulus, tidak ada batas antara jaringan lemak dan jaringan otot. Selain karena kandungan lemak ASI, kemampuan tersebut juga didukung kandungan epidermal growth factor (EGF). Lemak sehat omega-3 dalam ASI pun berperan ganda mencegah kulit bayi kering, bersisik, bahkan eksem. Dengan demikian, bayi tak lagi memerlukan produk krim atau minyak olesan kulit.


Tanpa mengesampingkan kelengkapan dan kecukupan komposisi nutrisi ASI, keunggulan utama ASI yang tidak dimiliki oleh susu sapi adalah kandungan enzim alaminya. ASI dilengkapi dengan enzim amilase (yang membantu mencerna kandungan karbohidrat dalam ASI), enzim protease (membantu mencerna protein), dan enzim lactase ( membantu mencerna lemak). Ketiga enzim tersebut menjadikan ASI sebagai makanan separuh tercerna (semidigested food), sehingga nutrinya mudah dicerna dan diserap oleh tubuh bayi.

Adanya enzim alami dalam ASI memudahkan kerja sistem pencernaan bayi, yang memang belum dapat bekerja dengan sempurna dan baru aktif secara bertahap setelah bayi berusia 3 bulan. Salah satu organ penting adalah ginjal, yang kerjanya membuang sampah metabolisme. Berkat adanya enzim, proses pencernaan ASI hanya menghasilkan sedikit sampah metabolisme, sehingga tugas ginjal membuang sampah hasil metabolisme ASI menjadi ringan. Hal ini menguntungkan kesehatan ginjal bayi, karena tidak perlu bekerja keras dan lembur. Lebih lanjut, meminimalkan resiko gangguan kesehatan akibat gangguan ginjal setelah anak anda berusia dewasa muda (25 – 35 tahun) salah satu contohnya adalah hipertensi.



Gimana?, udah jelas kan kenapa ASI itu mempunyai segudang manfaat??, sebenernya gak cuman dari segi biologis aja, banyak banget kalau mau dijabarin mah manfaat ASI, bisa saya 7 hari 7 malem gak tidur buat nulis artikel panjang lebar mengenai Fakta ASI #lebay..


Masih tega kasi bayi kita SUFOR???

Itu sih menurut saya sama aja kita membunuh anak kita secara perlahan. Dikala orang tua lain menganggap anak adalah Aset yang paling berharga dalam hidupnya dengan memberikan ASI hanya ASI selama 6 bulan dan dilanjutkan MPASI Rumahan bukan instan macem iklan yang di tipi”, eh.. yang pake sufor + MPASI Instan malah membuat asset kematian anaknya sendiri.. ihhh.. ngeri dehh…..efek seriusnya emang gak sekarang tapi beberapa tahun kemudian saat si anak sudah tumbuh dewasa.

Masi teteup kekeuh pake formula??

Yahh,, itu sih terserah kalian sebagai orangtua, sayang anak ato sayang diri sendiri. Buat yang bilang gak ada ASI nya ato ASI nya gak keluar. BULLSHIT lah…


Omong kosong, kenapa???, kalau emang sayangggg banget sama anak, bisa dong datengin ke konselor laktasi ke Sentra Laktasi Indonesia( SeLaSi), Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI ASI), klinik Laktasi terdekat dan konsul onlen gratis juga ada kookkk…

Gak da alesan deh buat gak ngasih ASI ke anak sendiri. Kan ASI itu emang udah ada dari sononya, udah Tuhan yang kasih loh, sayang di sia – sia- in gitu aja. Kecuali itu tadi, emang gak sayang anak, terus bebel gak  mau rempong nyusui, yaelah hari gini kalo pergi” tinggal di perah aja buukk, percuma ada Manajemen ASIP dong… yah kok susyeehh.



Masi teteuuupp gak mau juga?

Yauda sih kalau gak mau rempong punya anak yah gak usah bikin anak. Daripada Indonesia makin banyak penduduknya yang gak bermutu :D

Apalagi buat orang islam.. eitss di Indonesia katanya sih dulu Islam yang jadi centre of religion… alias paling banyak di anut, yah walau gak dipungkiri setengahnya itu islam KTP *mungkin termasuk saya* XD

Atleast tau lah kalau Allah S.W.T sendiri berfirman dalam surat Lukman ayat 14 yang bunyinya:

“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah – tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu”

Maksudnya menyapih adalah menyusui bukannya dikasih sapi yeehh ato dikasih susu sapi nyee..  jadi udah jelas kan? Susui selama 2 tahun. Kurang jelas apa coba. Kalau didalam ayat itu ada yang bunyinya “menyapih” lantas diartikan memberikan susu sapi coba baca lagi lanjutannya.. gak da kan kata bersyukur pada si SAPI… XD


INTINYA : 
JANGAN MANJA JADI ORANGTUA!! BERIKAN YANG BENAR - BENAR TERBAIK UNTUK ANAK, BUKAN UNTUK ORANGTUANYA SENDIRI,
UPDET TERUS INFO MENGENAI ASI DAN CARA YANG TEPAT SUPAYA MENYUSUI LANCAR


KUCING AJA BISA SUSUI ANAKNYA, MANUSIA KENAPA ENGGA?? PADAHAL MANUSIA LEBIH PINTAR DARIPADA SI KUCING



Nyeehhh… emak – emak yang kasi sufor emosi sama tulisan saya?
Hihihihi… jangan emosi dulu mak, saya emang gak ngelahirin anak emak. Emak yang ngerasain susah payah ngandung 9 bulan bahkan ada yang kurang. Dah gitu perjuangan ngelahirinnya yang bener – bener butuh pengorbanan banget. Tapi.. coba deh inget gimana kita susah- susahnya mengandung + ngelahirin. Eh pas keluar mala di sia-sia-in sihh…. Itu kan anak kita mak.. darah daging sendiri. Bukan darah daging si SAPI.

Udah mana susu SAPI mahal eh asal tau aja, most of pengguna susu sapi formula itu bayi – bayi nya rentan terhadap sakit daripada bayi ASI. Walaupun setelah berusia 6 bulan bayi ASI juga pasti kena sakit tapi gak akan sesering bayi susu formula. Beuhh keluar duit ekstra tuh bukk.. mending yah duit buat beli sufornya + biaya berobat ke rumah sakit gegara konsumsi formula, di tabung buat pendidikan anak yang klo menurut pakar manajemen keuangan sih, biaya kuliah (S1) 15 – 17 tahun yang akan datang bisa mencapai lebih dari 2 Miliar. Baru kuliah belom TK, SD, SMP, SMA, S2, S3 , Es dong dong :P.


Kebayang gak? Betapa keluar duit yang sia - sia buat beli sesuatu yang gak guna.


Waduh,, daripada tulisan saya makin bikin panas para ortu yang kasi SUFOR. Mending saya udahin aja yah tulisannya. Hehehe… >.<
Ini tulisan no offense loh.. seriusan.,. cuman mau kasi informasi yang paling berharga dan berguna seumur idup sebagai ortu. Daripada udahnya nyesel. Karena saya juga mempunyai pengalaman mengenai susahnya memberikan ASI di lingkungan yang Pro Formula.


Mau tau cara gampang dapet ASI yang berlimpah??


PIKIRAN POSITIF + CINTAI ANAK + DUKUNGAN ORANG SEKITAR + GAK KECAPEAN + MAKAN MAKANAN YANG BERGIZI SEIMBANG KOMPOSISINYA, JANGAN MAKAN JUNK FOOD. BERSODA, MAKANAN SIAP SAJI YANG LAINNYA + MINUM VITAMIN MENYUSUI + GAK STRESS + SUSUI ANAK TERUS (klo ASI nya sedikit paksa terus si anak buat nyusu) = ASI BERLIMPAH!!


Gampang kann.. saya tulis ini gak cuman omong doang. Ini pengalaman pribadi saya sendiri loh dan menurut para pakar Laktasi juga begitu sih. Saya dulu juga gak pede buat nyusui karena “katanya” ASI saya sedikit. Karena saya tetep kekeuh kasih ASI. Alhamdulillah sampai sekarang ASI saya berlimpah :D

Mengenai fakta beberapa bayi ASIX ada juga yang sakit bahkan BB-nya kurang, itu karena si Ibu gak memperhatikan gizi untuk kebutuhan dirinya sendiri dan juga si bayi. Mentang” menyusui lantas banyak makan. Salah, yang lebih tepat adalah makan makanan bergizi, tidak berlebihan serta memperhatikan kebersihan dari makanan itu sendiri. Klo Ibu-nya sudah mencukupi kebutuhan gizinya, maka si bayi juga akan terpenuhi gizinya pula.

Mungkin di bahasan blog saya selanjutnya saya akan membahas gizi untuk Ibu menyusui. Karena itu sangat penting sekali. Masalahnya banyak Busui yang kalau ASI nya sudah terpenuhi kadang suka lupa memakan makanan bergizi. Padahal apa yang kita makan 1%nya bakalan masuk juga ke dalam tubuh si Bayi dan juga mempengaruhi kualitas serta kuantitas ASI yang akan dihasilkan.











Source:
Makanan Bayi Sehat Alami oleh Wied Harry Apriadji penerbit Pustaka Bunda
@ID_AyahASI
@aimi-asi

Image:
seluruh gambar di ambil dari mbah google
1 comment on "Kenapa Harus ASI??"
  1. Mungkin hidup anda lebih beruntung karena serba lebih..
    kel yg lebih perhatian jd ad yg masakin
    ad yang jagain anak jd ga stress ga cape.
    Duid serba lebih jadi makanan top2 terus
    (Ya iyalah anda usaha catering..)
    Kita makan tongkol dia tiap ari mungkin anda mkn salmon������
    Jd org jgn sombong��
    Hati2 diSebarin ntar dagangannya ga laku..

    Ni kisah nyata...
    Pegawi toko.
    Umur da 22 taon mndadak punya adik. (Org tuanya ga tw klo amil)

    Lahir kluar emaknya ga ad asi..
    (Emakny cuman tukang jual peyek. Bapaknya kerja serabutan. Dia cuman pegawai toko kecil2an. Bahkan masih ada adik 1 yg masih sekolah)
    Dipikir ada duid banyak buat bli makanan bergizi? Duid buat gaji pembantu? Gaji suster?

    Parahnya anakny umur 4bulan sdh terpaksa di ajak mkn bubur. Dan sekarang umur 8bln sdh mkn nasi karena ga ad duid buat bli formula..
    Jadi gimana? Apa memang seharusny tu anak di gugurin aj drpd di bilang anak sapi atau anak nasi??

    Jika anda diberi karunia keLEBIHan berikanlah pada yg membutuhkan
    Jangan menghujat yang KEKURANGAN

    ReplyDelete

Mohon maaf komentar di moderasi ya, biar gak ada yang nyampah ^^